HERO, apa sih sobat yang terlintas dibenak kita ketika mendengar kata pahlawan? #$%@!&*%, Bung Karno kah, Bung Tomo atau mungkin sobat ada yang mikir Superman ato Iron man??? Sebenarnya apa sih Pahlawan itu dan sapa ja yang termasuk pahlawan dalam kacamata Agama Islam? Yuck simak ulasan berikut.

Menurut KBBI pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Joseph Campbell (dosen dan penulis Amerika ternama) mendefinisikan pahlawan dengan, “A hero is someone who has given his or her life to something bigger than oneself” (seorang pahlawan adalah orang yang memberikan hidupnya kepada sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri). Ada juga yang menyatakan bahwa yang namanya pahlawan itu hakekatnya orang yang berjuang secara gigih dan bila perlu dia akan mengorbankan harta benda dan nyawanya sekalipun demi untuk membela segala sesuatu dan apapun hal yang dianggap benar. Di era modern sekarang tambah banyak lagi sobat pengertian pahlawan, ada istilah pahlawan devisa (TKI), pahlawan tanpa tanda jasa (guru), bahkan orang yang bekerja membanting tulang (bukan tulang beneran loh) juga dianggap sebagai pahlawan keluarga. Wah, karena tidak adanya batasan makna yang jelas bisa semakin riskan apabila diberikan kepada orang yang tidak jelas komitmen perjuangannya terhadap kebenaran sobat.

Lalu pengertian menurut Islam gmana sobat??? Jika ditinjau dari terminologi Islam, seorang muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah maka mereka disebut dengan Syahid (jamaknya syuhada’). Para syuhada’ inilah yang benar-benar bisa dikatakan sebagai the real hero. Nah jadi ga’ sembarang orang bisa dikatakan sebagai pahlawan sobat Aer. Hanya orang-orang beriman yang berjuang menegakkan agama Allah dengan segenap jiwa, harta benda, dan nyawa mereka secara ikhlaslah yang pantas disebut sebagai pahlawan. Nama mereka harum dikalangan manusia dan mulia nanti di alam syurga.

Ada banyak sekali pahlawan-pahlawan yang syahid dalam jihad, baik di zaman Rasulullah dan khulafaurrasyidin maupun di masa setelahnya. Hal ini karena panji agama Allah senantiasa di kibarkan dan ditegakkan dimuka bumi. Tentu sobat, bukan hanya di jazirah Arab saja tapi banyak juga hero bahkan super hero dari bumi Allah bagian lain. Ja’far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Abdullah bin Rawahah adalah contoh pahlawan yang syahid ketika memimpin perang Mu’tah, mereka menjaga panji Islam bergantian sampai titik darah penghabisan ketika berperang melawan tentara Romawi yang jauh lebih banyak jumlahnya. Kita mungkin juga familiar dengan para super heroes muslim seperti Sultan Muhammad Al-atih, Shalahudin Al-Ayyubi, Thariq bin Ziyad, dll. Di Nusantarapun juga banyak kita dapati heroes yang melawan para penjajah dengan ikhlas karena Allah, tentu jumlahnya juga sangat banyak sobat.

Secara umum, orang yang memperjuangkan sesuatu pasti didasari oleh sebuah dorongan atau motivasi, ya ga Sob? Motivasi bisa dibagi menjadi tiga yaitu motivasi kebendaan/materi (beramal untuk mendapatkan materi), motivasi moral/jiwa (beramal karena ingin mendapatkan kehormatan, ingin dikenang, dsb), dan motivasi ruhiyah/quwwatu ruhiyah (beramal karena adanya kesadaran atau perasaan akan hubungannya dengan Allah SWT.

Pejuang yang  beramal dengan motivasi ruhiyah akan berdampak mempunyai tekad yang kuat dan tidak akan goyah oleh kemilau harta, tahta, kedudukan, dsb karena dia hanya mengharap keridlaan Allah SWT. Dulu para pejuang perang Badar meskipun hanya 300an orang dengan kendaraan dan senjata ala kadarnya bisa mengalahkan tentara kafir Mekkah yang berjumlah seribuan tentara. Warga Surabaya dan sekitarnya karena RESOLUSI JIHAD yang dikeluarkan KH. Hasyim Asyari bisa menang melawan Inggris bahkan menewaskan Jenderalnya meskipun hanya bersenjatakan pisau dapur, sabit, dsb padahal tentara Inggris menggunakan tank Sherman dan senjata modern. Wueleh2…. Keren ya Sobat, tentunya itu tidak akan terjadi kecuali quwwatu ruhiyah yang tertancap dalam di hati para pejuang kita. Mereka sob, layak disebut Pahlawan walaupun senjatanya cuman pisau dapur.

Mereka yang hanya berjuang dengan motivasi mencari materi semata, atau hanya ingin dikenang sebagai orang terhormat maka tidak bisa dikatakan sebagai pahlawan. Untuk itu dalam setiap amal kita, hanya gunakan motivasi ruhiyah sobat untuk beramal sehingga menumbuhkan semangat yang kuat karena Allah SWT.

Dalam konsep Islam, gelar pahlawan disematkan kepada para syuhada yaitu orang-orang beriman yang wafat dalam pertempuran di medan jihad fii sabilillah untuk menegakkan dan memuliakan kalimah Allah SWT di muka bumi ini. Bagi seorang muslim keridhaan Allah dan surga-Nya lebih utama dari sekedar gelar pahlawan. Perjuangan seorang muslim harus dilandasi dorongan aqidah Islam dan mencari keridhaan Allah SWT semata dan tidak berjuang membela ashobiyah. Dari Jundub bin Abdullah al-Bajaliy ra berkata, telah bersabda Rosulullah SAW, “Barangsiapa yang terbunuh di bawah bendera ummiyyah (kesesatan) yang disebabkan ia mengajak kepada ashobiyah atau dalam rangka menolong ashobiyah, maka matinya adalah mati jahiliyah”. [HR Muslim: 1850]. FA

Advertisements