BungTomo_elangkarosingoSiapa yang tak kenal dengan sosok Bung Tomo ayo?? Aku belum…. Kenalnya Cuma dalam sejarah Aer.  Oke oke.. Tak kenal tanda tak sayang Aer kenalin ya mbk dan mas yang semangatnya makin berkobar ini …. Lets say ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR MERDEKA!!!

Bung Tomo adalah pemuda Surabaya yang mampu mengobarkan nyala api pada dada arek-arek suroboyo, keren kan tuch. Mengobarkan semangat dalam pidatonya untuk melawansekutu yang telah menindas rakyat sehingga rakyat merasa kelaparan, tertimpa kemiskinan dan kemelaratan.

Inilah cuplikan akhir isi pidato Bung Tomo:

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak,
Baru kalau kita ditembak,
Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

 Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
 Dan kita yakin saudara-saudara.
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
 Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!

Dari isi pidato Bung Tomo ada kata merdeka atau mati dan mengucapkan kalimat takbir  yang intinya berjuang sampai darah penghabisan karena mereka yakin bahwasannya Allah akan memenangkan yang benar. Sampai-sampai peristiwa ini dikenal dengan hari pahlawan.

Tak disangka-sangka pertempuran ini juga menewaskan Jenderal Mallaby yang cukup memukul pasukan sekutu. Hal ini dikarena tidak pernah ada dalam sebuah pertempuran seorang jenderal Inggris langsung tewas di medan perang. Subhanallah sobat Aer sungguh pertolongan Allah bersama mujahidin Surabaya.

Di Surabaya, beberapa tokoh Islam berkumpul, mengatur strategi menghadapi serangan Sekutu. Diantara mereka adalah KH. Mas Mansur, KH. Abdul Wahab Hasbullah, Bung Tomo, Roeslan Abdul Ghani, dan Dul Arnowo.

Sedemikian dahsyat perlawanan umat Islam, sampai salah seorang komandan pasukan India, Zia-ul-Haq, terheran-heran menyaksikan para Kyai dan santri bertakbir sambil mengacungkan senjata. Sebagai muslim, hati Zia-ul-Haq terenyuh, dan dia pun menarik diri dari medan perang. Sikap tentara yang kemudian menjadi Presiden Pakistan ini tentu saja semakin menyulitkan pasukan Inggris. Berbagai kaum muslim diberbagai penjuru bertakbir dan bersama-sama memerangi sekutu. Telah terlihat semangat yang berkobar mampu membasmi segala  bentuk kejahatan. Disini dapat kita ambil pelajaran bahwasannya semangat bersatu dalam dada kaum muslim dalam mengusir penjajah demi tegaknya agama Allah. Karena apa? Perlawanan itu terjadi dengan tak henti-hentinya kaum muslim mengucapkan kalimat Allahu Akbar!

Mari kita merenung sejenak sobat Aer….

Jika kita menyapu halaman dengan sebatang lidi tentu akan sangat lama dan bahkan bisa adi ustahil, tetapi ketika lidi-lidi itu dikumpulkan menjadi satu maka halaman itu akan dengan cepat di sapu bersih. Itulah maknanya persatuan. Kaum muslim hari ini masih dijajah oleh pemikiran-pemikiran barat, style berpakaian, cara bertingkah laku, d el’el sudah banyak yang membebek barat padahal Islam sudah punya tata cara yang khas yang umik gitu lho. Yach ga sob? Kita sebagai remaja muslim tentunya harus bangga dong dengan jati diri kita, tanamkan pada diri kita gaul itu muslim sejati!

That the real condition, ayo bangkit bersatu, umat muslim ibarat satu tubuh, jika kaki menginjak paku tentu mulut akan mengucapkan aduh, kepala menjadi pusing dan tangan akan mengambil paku yang menancap di kaki. Muslim yang satu dengan muslim yang lain tidak boleh saling menjatuhkan, menindas ataupun yang lainnya, tolong menolonglah kita karena Allah. Ciptakan ukhwah islamiyah sehingga kita bisa menjadi muslim yang tidak terjajah, lebih mandiri dan bisa memfilter pengaruh asing, sehingga tidak mudah di remehkan. Tunjukkan jati diri kita sesungguhnya, tidak usah merasa malu dan takut. Malu dan takutlah hanya kepada Allah SWT.

Harapan kembali pada kita untuk instrospeksi, mengenali jati diri, bukan hanya sebagai bangsa namun sebagai manusia yang sedang menempuh perjalanan kembali pada Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi. Kembali pada petunjuk-Nya yang penuh kebaikan, cahaya kehidupan, cahaya langit dan bumi.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf: 96).

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Baqarah: 190).

Semoga Allah -ta’ala- mengampuni kita, merahmati kita dan memberi kita hidayah-Nya. Wallahua’lam bisshowab.. [ES]

Advertisements