kebangkitan iislamSobat muslim, pernakah kalian jatuh dari atas motor atau pohon? Apa yang kalian rasakan? Sakit?! Pasti. Tetapi rasa sakit saat jatuh, tidak lantas membuat kalian takut untuk berdiri kembali bukan?! Nah, contoh kecil ini menunjukkan kalau secara fitrah kita memiliki keinginan untuk bangkit. Semua orang ingin bangkit. Tetapi masalahnya, apakah kebangkitan itu hanya sebatas mampu berdiri saat kita jatuh? So, kamu jangan merasa sudah bangkit sebelum menuntaskan membaca artikel ini. Siap untuk bangkit?!?

Ada orang yang beranggapan maraknya fenomena wanita, remaja putri, bahkan para aktris yang mengenakan jilbab diberbagai instansi bergensi tanah air, ditandai sebagai kebangkitan umat islam. Dilain kesempatan, berjamurnya buku-buku, novel-novel, bahkan film-film yang bernafaskan islami, juga diklaim oleh sebagian kalangan dengan awal kebangkitan islam.

Ada pula yang menjadikan keberhasilan perekonomian kalangan muslim sebagai tolak ukur kebangkitan ummat ini, sebab dengan menguasai sektor perekonomian umat islam bisa menguasai berbagai sektor kehidupan. Sehingga upaya mereka terfokus pada upaya perbaikan ekonomi umat islam saja, tidak lebih.

Berbagai macam konsep kebangkitan tersebut masih mencerminkan islam secara parsial. Lalu konsep pemikiran seperti apakah yang membawa ummat islam pada kebangkitan hakiki? Mau tahu? Baca aja terus bulletin ini, OK?!

Manusia dikatakan bangkit saat taraf berfikirnya meningkat, bukan dengan meningkatnya taraf ekonomi ataupun kerohanian dan budi pekerti mereka. Kita lihat Irak, Saudi Arabia, dan Negara-negara teluk lainnya memiliki taraf ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan Negara-negara eropa, namun Negara-negara eropa disebut sebagai Negara maju dan bangkit, sedangkan negera-negara teluk tersebut menjadi bulan-bulanan negera eropa.

Keluhuran akhlak budi pun tidak bisa dijadikan tolak ukur kebangkitan. Lihatlah madinah, suatu kota yang memiliki tingkat kriminalitas terendah di dunia, namun kenyataan ini tidak membuat masyarakat madinah memiliki kekuatanatau kekuasaan untuk ‘sekedar’ memberi bantuan kepada saudaranya yang dijajah oleh tentara AS, ataupun Rusia.

Satu-satunya konsep pemikiran yang bisa membangkitkan ummat adalah pemikiran yang bisa dijadikan sebagai landasan kehidupan, dan mampu memberikan tujuan hidup sekaligus memberi petujuk jalan untuk mencapai tujuan itu. Dengan kata lain pemikiran yang berkaitan dengan pandangan hidup. Dan hanya islamlah yang memiliki konsep pandangan hidup yang menyeluruh, melliputi penetapan tujuanhidup manusia sampai kepada cara-cara atau metode mencapai tujuan tersebut.

Islam bukanlah sebuah teori, tetapi islam adalah suatu ajaran yang harus direalisasikan secara sempurna oleh setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Dengan memegang teguh pemikiran inilah yang telah membawa para shahabat Rasulullah mencapai suatu kebangkitan ummat dan menghantarkan mereka menjadi ummat yang terbaik. Masih tidak percaya? Coba nih simak firman Allah dalam surat Ali-Imran ayat 110. “Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkanuntuk manusia menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar”. Jalan yang bisa ditempuh ummat islam dalam mencapai kebangkitan ummt yang hakiki adalah dengan cara meningkatkan taraf berfikir mereka. Dari taraf berfikir hanya untuk tercapainya kebahagiaan pribadi dan golongan, meningkat menjadi taraf berfikir yang amneyangkut pengaturan urusan manusia, bagaimana mereka (manusia) juga bisa bahagia dunia dan akherat. Pemikiran semacam inilah yang menghasilkan kebangkitan.

Pemikiran kebangkitan ini harus dimiliki oleh setiap muslim dengan cara, melakukan interaksi terus-menerus dengan staqafah-staqafah islam, selanjutnya senantiasa direalisasaikan dalam kehidupan. Semakin banyak kaum muslimin yang merealisasikan islam secara kaffah, maka kebangkitan ummat ini akan segera terwujud.

 

~ Edisi 5 / Mei 2008 ~

Advertisements