taqwaSobat A’er…ketika disebut kata takwa, ga’ aneh kan dalam telinga, mata or lisan kita??! Tetapi coba kita mikir sudahkah kita memahami takwa yang sebenarnya dalam kehidupan kita yang singkat ini?

Sebagai generasi muda Islam, tentu kita semua mengetahui bahwasannya Islam dengan ajarannya yang indah mengajarkan bahwa perbedaan hakiki manusia tidak berada pada kedudukan, jabatan, pangkat, kekayaan dan lainnya. Manusia dibedakan dengan kadar dan bobot nilai mereka di mata Allah. Perbedaan manusia dan kemuliaan manusia ditentukan oleh nilai dan kadar taqwanya yang bergolak dalam dadanya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhari disebutkan,” Hendaknya kamu bertaqwa sebab ia adalah kumpulan segala kebaikan, dan hendaknya engkau berjihad karena ia sikap kependetaan seorang muslim, dan hendaknya engkau selalu berdzikir menyebut nama Allah karena dia cahaya bagimu ”. (HR. Ibnu Dharis dari Abu Said Al-Khudhari).

What is taqwa? Takwa, menurut istilah, berasal dari kata waqa yaqi wiqayatan yang artinya berlindung atau menjaga diri dari sesuatu yang berbahaya. Takwa juga berarti takut.  Sedangkan menurut syara’, dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin (1/290), Syeikh Utsaimin berkata, “Takwa diambil dari kata wiqayah, yaitu upaya seseorang melakukan sesuatu yang dapat melindungi dirinya dari azab Allah SWT. Dan, yang dapat menjaga seseorang dari azab Allah SWT ialah (dengan) melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya.” Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”(QS. Ath-Thalaq [65]:2-3)

Untuk menjadi orang yang bertakwa bukan bim salabim! Bukan pula hanya cukup berdo’a kepada Allah agar menjadi orang yang bertakwa. Takwa adalah buah dari keimanan yang mendalam yang melahirkan ketaatan, ibadah, harapan dan ketakutan mutlak kepada sang Pencipta, yakni Allah Ta’ala saat menjalankan kehidupan di dunia yang fana ini. Sebab itu, takwa harus dapat dilihat pengaruh dan ciri-cirinya dalam kehidupan. Takwa harus menjadi tema terpenting setelah iman. Karena iman yang tidak melahirkan takwa tidak akan bermanfaat banyak dalam kehidupan dunia dan tidak pula di akhirat kelak. Untuk menuju kesana tentu dibutuhkan proses. Karena gelarmuttaqin (orang-orang bertakwa) bukan sembarang gelar seperti yang kita dapat di bangku-bangku sekolah atau perguruan tinggi. Penghargaan ini adalah dari Allah, pencipta manusia dan seluruh alam ini, yang tentunya ini adalah predikat yang didambakan oleh setiap muslim di dunia ini.

Jalur-Taqwa-Dan-Jalur-FatwaAllah SWT berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal (Qs. Ali Imran : 133-136).

Beberapa di antara sikap orang-orang yang bertakwa ialah : menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup; memahami konsep keimanan dengan benar; memiliki tanggung jawab sosial (berinfaq dalam keadaan lapang dan sempit); menegakkan sholat dan zakat (ahli ibadah); memiliki moralitas yang tinggi (menepati janji, mampu menahan marah);  sabar menghadapi berbagai kesulitan hidup; mampu mengendalikan diri; memiliki sifat pema’af; banyak berzikir & istighfar (bertaubat) pada allah; selalu muhasabah diri terhadap aturan allah.

Seorang muslim yang bertakwa tentunya akan melandaskan seluruh perbuatannya pada aqidah dan hukum Islam sebagai konsekuensi dari keimanannya kepada Allah SWT. Keimanannya kepada Allah tersebut akan berbuah amal takwa di dalam dia mengarungi kehidupan di dunia ini.  Bagaimana amalan takwa hamba Allah yang muttaqin tersebut??? Amalan takwa bukan sebatas apa yang terkandung di dalam rukun Islam seperti puasa, zakat, haji atau ibadah mahdhoh saja. Bukan pula sebatas membaca Quran atau berwirid dan berzikir. Bukan juga bersuluk dan beruzlah menjauhkan diri dari orang banyak. Amalan takwa bukan saja di surau atau di masjid. Amalan takwa adalah apa saja amalan dan perbuatan di dalam kehidupan yang berlandaskan syariat baik itu yang fardhu, wajib, sunat atau mubah atau apa saja amalan dan perbuatan yang dijauhi dan ditinggalkan baik itu yang haram atau makruh yang dilakukan berserta ruhnya yaitu ada batinnya, penghayatan dan penjiwaannya akan kesadaran hubungannya dengan Allah.

Ini termasuklah segala perkara yang berlaku dalam kehidupan baik dalam kehidupan seharian, dalam bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, kenegaraan, kebudayaan, menejemen, ketenteraan, kesehatan dan sebagainya. Asalkan apa yang dilakukan atau ditinggalkan itu terkait dan karena Allah maka itulah takwa. Amalan yang tidak terkait dan tidak dilakukan karena Allah, itu adalah amalan yang tidak ada nyawa, jiwa atau ruhnya. Berbicara dapat menjadi takwa kalau apa yang dibicarakan itu adalah ilmu, nasihat atau perkara-perkara yang baik dan, manfaat dan dilakukan karena Allah. Diam juga dapat menjadi taqwa kalau diam itu untuk mengelakkan dari berkata-kata perkara yang maksiat dan sia-sia atau supaya tidak menyakiti hati orang dan dilakukan karena takutkan Allah.

Dari sini tampak bahwasannya seseorang yang bertakwa akan tercermin dalam sikap hidup dan seluruh amal perbuatannya yang sesuai dengan aqidah dan hukum Islam. Subhanallah….semoga kita menjadi bagian orang-orang yang senantiasa berupaya untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah yaitu dengan mengoptimalkan seluruh amal perbuatan kita selama di dunia menjadi amalan takwa kepada Allah.

Takwa adalah kunci keberuntungan di dunia dan akhirat yang mengundang limpahan berkah dan rahmat Allah SWT. Takwa adalah kunci mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah SWT. Dengan takwa mampu menghantarkan seseorang pada hakikat manusia yang mulia. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, telah ditanyakan kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling mulia?” Rasulullah Saw menjawab, “Orang yang paling bertakwa.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Firman Allah SWT: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Al Baqarah: 197). Wallahu’alam bishshowab

~ A’er Edisi Desember 2009 ~

Advertisements