Orang-munafikSobat Aer pernah ga’ berjumpa dengan orang bermuka dua?? atau pernah mendengar lagu ini “bila engkau berbicara lain dibibir lain dihati dan bila engkau berjanji selalu kau ingkari,,,, bla.. bla.. Inilah yang disebut orang munafik.              Kemunafikan adalah penyakit hati yang berbahaya. Allah SWT berfirman, “Dan di antara manusia ada yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari akhir padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri, tanpa mereka sadari.”(al-baqarah:8-9). Dilanjutkan di ayat ke-10, “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya. Dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al-Baqarah: 10).

Sedangkan jenis kemunafikan dibagi dua: pertama, kemunafikan besar (kenyakinan) yaitu menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Kemunafikan ini mengeluarkan pelakunya dari Islam. Kedua, kemunafikan kecil (amalan) yaitu menampakkan lahiriah yang baik dan menyembunyikan kebalikannya. Pokok kemunafikan kecil kembali kepada lima perkara: Sering berdusta ketika berbicara, sering tidak menepati janji, jika berselisih melampaui batas, jika melakukan perjanjian melanggarnya, dan sering khianat jika diberi amanah. Ciri-ciri orang munafik dalam hadis disampaikan rasulullah dalam sabdanya, “Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya”. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Ancaman Allah terhadap orang munafik

Dalam kitabullah disebutkan, “Allah mengancam orang-orang munafik yang laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya.” (At-Taubah: 68). Iiih… ngeri buanget ya sobat, masih ada lagi ancaman yang tidak kalah ngeri, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (An-Nisa: 145). Kalo saja semua orang bener-bener paham pada ancaman ini, apalagi ditunjukkan siksa didepan matanya PASTI tidak akan ada ya sob namanya orang munafik. Tapi ya begitulah Allah menjadikannya ghaib, jadi ini akan menjadi ujian bagi orang-orang yang beriman.

Sebagai umat Islam, kita perlu selalu waspada terhadap tipu daya orang-orang munafik. Jika tidak, tipu daya mereka dapat menghancurkan umat Islam itu sendiri. Khalifah Umar bin Khattab terbunuh karena ulah orang munafik. Demikian pula kerusuhan yang terjadi di masa Khalifah Usman bin Affan dan perang saudara yang terjadi di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib semua itu karena ulah orang munafik.

Allah SWT melarang orang-orang munafik diangkat menjadi teman, pembantu, apalagi pemimpin kita (QS An-Nisa’:144), karena mereka hanya akan merugikan kita.

Berikut ini ada beberapa cara-cara untuk menghindari sifat munafik:

  1. Senantiasa bertaqarrub atau mendekatkan diri kepada إﷲ
  2. Memperbaiki setiap keburukan dengan berbuat baik kepada orang lain.
  3. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa mulai dari yang kecil-besar.
  4. Senantiasa takut kepada إﷲ dan menjalin silaturrahim sesama teman.
  5. Senantiasa beristighfar dan mengingat kematian
  6. Senantiasa menjaga lisan untuk jujur
  7. Mengingat bahwa إﷲ Maha Melihat, Mendengar, Mengetahui, dan Mengawasi kita.
  8. Meneladani sikap Rasulullah saw.
  9. Mengetahui bahaya dari sifat munafik.
  10. Tidak menerima amanah yang kita rasa tidak sanggup memikulnya.
  11. Membiasakan diri mengikuti pengajian majelis taqlim.

Wallahua’lam. [Zlf].

~Edisi Maret 2015~

Advertisements