sains islamTau ga’ sobat kalau agama kita, Islam pernah berjaya selama kurang lebih 13 abad.  Ga’ percaya??? Sobat bisa surfing di Mbah Google untuk ngebuktiin. Trus siapa yang membangun peradaban sebegitu amazingnya? Yupz.. Muhammad rasul kita jawabannya. Hanya 23 tahun beliau berdakwah tapi luar biasa hasilnya. Bahkan, seorang ahli pikir Perancis bernama Dr. Gustave Le Bone mengatakan: “Dalam satu abad atau 3 keturunan, tidak ada bangsa-bangsa manusia dapat mengadakan perubahan yang berarti. Bangsa Perancis memerlukan 30 keturunan atau 1000 tahun baru dapat mengadakan suatu masyarakat yang bercelup Perancis. Hal ini terdapat pada seluruh bangsa dan umat, tak terkecuali selain dari umat Islam, sebab Muhammad El-Rasul sudah dapat mengadakan suatu masyarakat baru dalam tempo satu keturunan (23 tahun) yang tidak dapat ditiru atau diperbuat oleh orang lain”. Wuih wuih keren ya sobat. Era kepemimpinan Rasulullah SAW ini berjalan pada 622-632 M.

Setelah Rasulullah wafat, kepemimpian beliau digantikan oleh para Khulafaur Rasyidin selama 632-661 M (periode kedua). Selanjutnya adalah periode Daulah Umayyah selama 661-750M/sekitar 90 tahun. Di periode ini para khalifah memprioritaskan perluasan wilayah kekuasaan dan berhasil menaklukan Tunisia, Khurasan – sungai Oxus, Afganistan – Kabul,  Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand, di India menguasai Balukhistan, Sind, Punjab sampai ke Maltan. Selanjutnya Al-Jazair, Marokko, Cordova, Sevi’e, Elvira dan Toledo. Pada masa Umar bin Abdul Aziz menaklukkan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah. Wah subhanallah ya sobat, kueren buanget…sobat masih semangat kan?..

Next, periode Daulah Abbasiyah 132H/750M s.d. 656H/1258 M, selama 508 tahun (wuihh lamanye, ckckck). Masa ini memprioritaskan pada penekanan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam. Salah satu khalifah yang sukses adalah Harun Al-Rasyid (786-809 M). Di masa kepemimpinan beliau banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan hebat, diantaranya: Al-Razi (guru Ibnu Sina) bidang kimia dan kedokteran, menghasilkan 224 judul buku; Al-Battani (Al-Batenius) yang merupakan seorang astronom. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik (weleh-weleh sampai detiknya juga ada lo sobat), mendekati akurat; Al Ya’qubi, seorang ahli geografi, sejarawan dan pengembara; Al Buzjani (Abul Wafa). Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika (geometri dan trigonometri); Al-Biruni (fisika, kedokteran); Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia; Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika; Al-Kindi (metafisika, etika, logika dan psikologi, hingga ilmu pengobatan, farmakologi, matematika, astrologi dan optik, juga meliputi topik praktis seperti parfum, pedang, zoologi, kaca, meteorologi); Al-Farazi, Al-Fargani, Al-Bitruji (astronomi); Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik; Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern; Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat, kedokteran dan fikih; Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahkan para imam mazhabpun lahir pada masa ini, diantaranya Imam Abu Hanifah (700-767 M); Imam Malik (713-795 M); Imam Syafi’i (767-820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M). Nach, itulah prestasi-prestasi yang diraih pada masa Khilafah Abbasiyah sobat Aer.

Next, kepemimpinan Islam berlanjut dengan kepemimpinan Daulah Utsmaniyah atau disebut Turki Ottoman, didirikan oleh Bani Utsman dan berkuasa selama 6 abad (1299 s.d. 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan (khalifah). Pada puncak kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi dengan Konstantinopel (sekarang Istambul) sebagai ibukotanya. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat. Bahkan Konstantinopel, kota terpentingnya Kekaisaran Romawi berhasil dikuasai kesultanan ini pada tahun 1453 dan Romawi (Bizantium) benar-benar berakhir pada 1460. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Musuh Islam membutuhkan waktu satu abad untuk melepaskan ikatan ideologi Islam dari tubuh umat Islam, akhirnya, 3 Maret 1924 M (28 Rajab 1342 Hijriah) melalui Mustafa Kemal Pasha yang merupakan agen Inggris dan anggota Freemasonry (sebuah organisasi Yahudi), membubarkan institusi Kekhilafahan Islam terakhir di Turki dan menggantikannya dengan Republik Sekuler Turki. Maka, sejak saat itu ideologi Islam benar-benar terkubur ditandai dengan dihilangkannya institusi khilafah oleh Majelis Nasional Turki dan diusirnya Khalifah terakhir. Bahkan semua yang berbau Islam dihapuskan olehnya, masjid dibuat seperti gereja, adzan dirubah menjadi menggunakan bahasa Turki, khutbah diisi dengan pemikiran agama berdasarkan filsafat barat. Dia memaksa Turki menjadi negara barat walaupun rakyatnya berontak. Tema utama dari pandangannya adalah bahwa Turki harus menjadi bangsa barat dalam segala tingkah laku.

Perlu diketahui juga sobat bahwa, kemajuan yang dicapai Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang sejatinya harus berterima kasih kepada umat Islam. Akan tetapi pada kenyataannya pihak barat (non Muslim) telah sengaja menutup-nutupi peran besar atas jasa para pejuang dan ilmuwan muslim tersebut yang pada akhirnya terabaikan bahkan sampai terlupakan. Gimana sobat, jadi ngerti kan? Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi). Janji Allah ini cukuplah menjadi semangat kita bahwa Islam akan kembali tegak dan berjaya serta tersebar diseluruh penjuru dunia. Dengan semangat menuntut tsaqafah Islam (ilmu agama) dan istiqamah dalam “Dakwah”, berarti sobat sudah turut berkontribusi dalam penegakan Islam. Sekecil apapun usaha kita akan dicatat oleh Allah sebagai suatu kebaikan yang bernilai surga, tidakkah sobat ingin mendapatkan surga-Nya? Yuk sobat ber fastabiqul khoirot untuk menyampaikan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Wallahua’lam. [Ash.]

~Edisi Maret 2015~

Advertisements