Sobat muslim, do you know, teori relativitas yang merupakan revolusi dari ilmu Math & Fisika sejatinya telah 1.100 tahun sebelum Albert Einstein mencetuskan teori relativitas, ada ilmuwan Muslim di abad ke-9 M yg telah meletakkan dasar2 teori relativitas, eh? Who is he? Dialah saintis & filosof legendaris bernama Yusuf Ibnu Ishaq Al-Kindi. Sayangnya sobat, sangat sedikit umat Islam yang mengetahuinya. 

Nah sobat Aer, menurut Al-Kindi, fisik bumi dan seluruh fenomena fisik adalah relatif. Relativitas, kata dia, adalah esensi dari hukum eksistensi. “Waktu, ruang, gerakan, dan benda, semuanya relatif dan tak absolut,” cetus Al-Kindi. Namun, ilmuwan Barat, seperti Galileo, Descartes, dan Newton, menganggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolut. Walah… hanya Einstein yang sepaham dengan Al-Kindi. “Waktu hanya eksis dengan gerakan; benda dengan gerakan; gerakan dengan benda,” papar Al-Kindi. Selanjutnya, Al-Kindi berkata gini, “Jika ada gerakan, di sana perlu benda; jika ada sebuah benda, di sana perlu gerakan.”  Pernyataan Al- Kindi ini menegaskan kalo seluruh fenomena fisik relatif satu sama lain. Mereka tak independen dan tak juga absolut. Kerennya nich, gagasan yang dilontarkan Al-Kindi itu sama dengan apa yang diungkapkan Einstein dalam teori relativitas umum. “Sebelum teori relativitas dicetuskan, fisika klasik selalu menganggap bahwa waktu adalah absolut,” papar Einstein dalam La Relativite. 
Masih menurut Al-Kindi sobat Aer, bahwa benda, waktu, gerakan, dan ruang tak hanya relatif terhadap satu sama lain, namun juga ke objek lainnya dan pengamat yang memantau mereka. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Einstein, seperti yang bisa kita kaji dalam buku2 yang mengungkap tentang teori relativitas kan? Yuk menggeledah apa yang tertuang dalam Al-Falsafa al-Ula. Al-Kindi menyatakan, seluruh fenomena fisik, seperti manusia menjadi dirinya, adalah relatif dan terbatas. Meski setiap manusia tak terbatas dalam jumlah dan keberlangsungan, mereka terbatas; waktu, gerakan, benda, dan ruang yang juga terbatas. Einstein lagi2 mengamini pernyataan Al-Kindi yang dilontarkannya pada abad ke-11 M. “Eksistensi dunia ini terbatas meskipun eksistensi tak terbatas,” papar Einstein.
gravity-probe-bDengan teori itu, Al-Kindi tak hanya mencoba menjelaskan seluruh fenomena fisik. Namun, juga dia membuktikan eksistensi Tuhan. Karena, itu adalah konsekuensi logis dari teorinya. Al-Kindi mengungkapkan teorinya untuk membuktikan eksistensi Tuhan dan keesaan-Nya. Seperti Firman Allah, “…. Sesungguhnya, sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun dari tahuntahun yang kamu hitung.” (QS Al Hajj: 47). Dan juga dalam firman-Nya yang lain, “Yang datang dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS 70: 3-4). Ada lagi,  “Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari. Maka, tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (QS 23: 122-114). Demikianlah sobat muslim, dengan kemampuan yang dikaruniakan Allah, Al kindi sebagai ilmuan muslim mengkaji fenomena yang ada di alam ini hingga mencetuskan teori yang luar biasa di dunia sains dengan senantiasa mengaitkannya pada kekuasaan Allah dan berpegang pada prinsip-prinsip yang Allah terangkan dalam ayat-ayat-Nya yg mulia, subhanallah… dimana dan siapakah ilmuwan-ilmuwan muslim berikutnya? (dari berbagai sumber)
~AER EDISI JANUARI 2013~
Advertisements