animated-gif-diwali-fireworks-resolution_139505Bolehkah seorang muslim memberi ucapan selamat atau membuat perayaan tahun Baru? Kalo gak, trus amalan apa yang bisa kita lakukan dalam menyambut tahun baru hijriyah? 

Jawab: Mengadakan perayaan tahun baru hijriyah atau merayakan peristiwa hijrah adalah perkara yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh assabiqunal awwalun (generasi yang pertama –sahabat, tabi’in, tabi’at -) yang berhijrah dan mengerti betul peristiwa tersebut serta perkembangannya. Mereka tidak melakukan hal yang demikian sama sekali.  

Dan yang Utama bagi kita adalah tidak mengadakan hal-hal yang demikian, melainkan kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Kalau kita ikut-ikutan latah sebagaimana orang-orang kafir merayakan tahun baru Masehi, lalu apa bedanya kita dengan mereka. Perayaan tahun baru Masehi adalah tradisi umat Nasrani dan tidak sepantasnya kita latah terhadap hal yang demikian. apalagi terkadang dibeberapa tempat umat muslim merayakannya dengan membuat pawai yang menampilkan pelajar-pelajar muslim yang bertabarruj, menampakkan aurat. Akan lebih baik jika memasuki bulan Muharram kita perbanyak amalan-amalan sunnah kita, diantaranya: 

1. Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram. Amalan berpuasa ini sangat dianjurkan dan banyak hadits yang menyerukan tentang hal ini. Dari Abu Hurairah r.a. katanya
Rasulullah s.a.w. bersabda, “Seutama-utama puasa sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa bulan Muharram dan seutama-utama sholat sesudah sholat fardu ialah sholat malam”. (Sahih Muslim).  

2. Berpuasa pada hari As-Syuura dan Tasu’a Maksudnya: daripada Abi Qatadah secara marfu’ (kedudukan hadits): “… dan puasa pada hari Asyura akan dihisab oleh Allah, puasa itu akan mengkafarahkan satu tahun puasa setahun sebelumnya”. (dikeluarkan oleh Muslim dalam shahihnya). Dari ibn Abbas r.a katanya: “Rasulullah berpuasa pada hari Asyura dan menyeru agar berpuasa pada hari itu. Lalu para sahabat berkata: wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari itu adalah hari kebesaran yahudi dan nasrani. Lalu kata Rasulullah: “Apabila tahun hadapan menjelang dengan izin Allah kita akan berpuasa pada hari ke sembilan”. Berkata Ibn Abbas: “Tidak sampai tahun berikutnya nabi telah diwafatkan”. (Riwayat Muslim). 

3. Memperbanyak Qiyamulail Selain amalan berpuasa juga amalan qiamullail perlu dihidupkan. Ini berdasarkan amalan Rasul Saw menunaikan Qiyamullail berdasarkan dalil yang menyebut kelebihan yang ada pada bulan Muharram berbanding dengan bulan lain.

Wallahua’lambisshowab.

~ EDISI 1/JANUARI 2008 ~

Advertisements