maxresdefault (1)Run to Allah ……………………..

Mengamati gelagat pemuda-pemudi muslim dewasa ini begitu miris. Ambil contoh mereka yang terjangkit penyakit HIV/AIDS.  Ironisnya nich Guys, salah satu penyumbang bertambahnya kasus tersebut dari kalangan PEMUDA!!. MasyaAllah.. g’ salah, kalau ada yang tanya “Generasi macam apa kita ini?”. Belum lagi kasus tawuran yang jadi ‘langganan’ para remaja, seperti kasus tawuran antara SMA 6 Bulungan dengan SMA 70 Jakarta Selatan yang sempat heboh bulan September lalu. Atau fakta-fakta lain, seperti free sex di kalangan remaja, sok keren sok beken dengan rokok dan NABZA, buat yang cowok, tampil semlohai dengan aurat ke mana mana, buat yang cewek. Astaghfirullah.. “inikah generasi muslim sejati?”

Sobat muda muslim, inilah kondisi ketika keimanan dalam diri para pemuda ndak dibangun dan senantiasa dikuatkan. Efeknya, ketika berbuat dan menjalani hidup tidak lagi terkontrol oleh aturan benar-salah menurut Islam. Saudaraku, disadari bahwa keberadaan iman dalam diri kita begitu penting. Namun, karena kondisi iman tersebut sangat fluktuatif, bisa naik turun. Maka menjaganya agar tren-nya naik jd hal penting yang butuh diupayakan. Bersyukur ketika imannya naik, sehingga amal perbuatan kita senantiasa terkontrol untuk disesuaikan dengan aturan-aturan Allah. Namun, apa jadinya ketika iman kita dalam kondisi down. Kita berbuat sesuatu seperti tidak ada Allah yang maha melihat. Kita tidak sadar kalau setelah kehidupan di dunia ini ada hari pembalasan, yang di sana siapapun tidak bisa berbohong lagi, tidak bisa melobi atau tawar menawar mau masuk syurga atau neraka. Kesempatan kita sudah tertutup rapat!! Allah Swt. berfirman “Kami telah menjadikan untuk isi neraka jaham, kebanyakan daripada manusia dan jin. Mereka mempunyai hati, namun tidak digunakan untuk berpikir. Mereka mempunyai mata, namun tidak digunakan untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, namun tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti seperti hewan, bahkan lebih hina lagi” ( QS. Al-A’raf: 179 ).
Itulah balasan bagi kita yang tidak menyadari hubungan kita dengan Allah. Dia menghinakan siapapun yang tidak menggunakan kesadarannya untuk beriman kepada-Nya, bahkan lebih hina dari binatang (ternak). Lantas, sekarang apa yang bisa kita lakukan? Sebagai seorang pemuda yang mengaku hamba Allah, wajib kita pahami hakikat penciptaan kita di dunia. Allah Swt. berfirman “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku” ( QS. Adz-dzariyaat: 56 ).
maxresdefaultSo, jelas kan, kalau penciptaan kita di dunia ini adalah tuk beribadah kepada Allah Swt. Makanya mulai sekarang tancapkan dalam benak kita kesdaran hubungan dengan Allah (Idrak shillah billah). Dengan kesadaran ini, kita akan menjadi manusia yang luhur, yang senantiasa menjalankan kehidupan sesuai hakikat penciptaannya, yakni beribadah kepada-Nya. Bukan sebaliknya, ingkar terhadap Allah dan membuat kerusakan di bumi, dengan “kenakalan-kenakalan” yang kita lakukan, apapun istilahnya. Yang jelas itu semua indikasi atau tanda kalau kita jauh dari Allah dan aturan-aturanNya. Keterikatan diri kita dengan Allah tidak akan pernah ada, kecuali apabila kita benar-benar beriman kepada Allah swt. Kalau kita benar-benar beriman maka kitapun akan berusaha mendekati Allah dengan amal-amal yang Dia cintai. Bukan sebaliknya, menjauh dari Allah akibat maksiat yang kita perbuat. Sebelum terlambat, segera sadarkan diri untuk kembali pada Allah, kejar ketertinggalan kita dari waktu yang selama ini terbuang sia2 dr mengingati Allah dan menjalankan amal ketaatan kepada-Nya. Ya Allah, I Run to YOU……….

Nah, biar iman kita tetap pada trek yang benar, Aer punya sedikit TIPS nich: Sadari kembali hakikat penciptaan kita di dunia. Untuk apa? Yups beribadah kepada Allah Swt; Kondisikan diri kita selalu paham dengan kewajiban-kewajiban kita. Dengan apa? Rajin menuntut ilmu, tentunya ilmu Islam; Berkumpul dengan teman-teman yang bisa membawa kita pada kebaikan ( beramal shalih ) dan segera tingal mereka yang hanya mengajak pada kesesatan; and Keep istiqomah dalam beramal shalih. Semoga bermanfaat, dan kita dipertmukan Allah di syurgaNya kelak, atas keimanan kita. amiin… Wallahu’alam bishshawab. 

~EDISI 12/DESEMBER 2012~

Advertisements