mukjizat-nabi-muhammad-membelah-bulanSobat Aer, kali ini kita bakal ngulas tentang mukjizat. Yup, seperti yang kita tahu, mukjizat itu suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada para rasul-Nya. Tapi kita bakalan mbahas lebih banyak dari itu. Ikuti sampai habis ya…

Dapat dikatakan bahwa mukjizat adalah perkara yang di luar kebiasaan, yang dikaruniakan oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya, untuk membuktikan kebenaran kenabian dan keabsahan risalahnya. Mukjizat merupakan kejadian/kelebihan di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya dimilki oleh para rasul yang diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya. Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar biasa itu tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karomah.

Beberapa mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada rasul-Nya antara lain seperti mukjizat yang dimiliki Nabi Musa berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular sekaligus dapat membelah lautan. Ada juga Nabi Sulaiman yang dapat berkomunikasi dengan binatang. Beliau juga merupakan raja yang luar biasa yang sampai mencakup bangsa jin. Nabi Yunus juga mempunyai mukjizat yang luar biasa yaitu dapat tetap bertahan hidup walaupun berada di dalam perut ikan paus. Tidak bisa terbakar walaupun berada di dalam kobaran api merupakan mukjizat dari Nabi Ibrahim.
Sebagai Nabi terakhir yang menjadi penutup para Nabi, Nabi Muhammad saw mempunyai cukup banyak mukjizat yang diberikan oleh Allah untuk mendukung perjalanan kenabiannya. Kelebihan  itu bahkan sudah terlihat ketika sebelum rasul dilahirkan. Ketika ibunda rasulullah mengandung maupun melahirkan rasul, beliau tidak merasakan sakit apapun seperti yang dirasakan ibu-ibu pada umumnya. Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.
Masih banyak lagi mukjizat yang dimiliki oleh Rasulullah, diantaranya dapat melihat dalam gelap, dapat membelah bulan menjadi 2 untuk membuktikan kenabiannya (Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Tetapi mereka mengatakan itu sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…” Bukti lain adalah Menurut pihak NASA : “Kami menemukan secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai ke dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, Hal ini tidak mungkin bisa terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu menyatu kembali”, dan masih banyak bukti yang lain), peluh yang keluar dari tubuh nabi Muhammad berbau harum dan dapat menyembuhkan banyak macam penyakit. Namun diantara mikjizat-mukjizat tersebut, mukjizat yang terbesar adalah wahyu yang diberikan oleh Allah berupa Al-Qur’an. Al-Qur’an berisi tuntunan hidup bagi umat Islam agar tidak tersesat dalam menjalani hidup di dunia. Al-Qur’an itu bagaikan surat cinta dari Allah bagi umat-Nya yang dititipkan melalui Rasulullah. Wahyu dari Al-Qur’an turun secara bertahap sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh umat pada masanya. Namun bukan berarti Al-Qur’an tidak dapat menyelesaikan permasalahan pada zaman sekarang, karena Al-Qur’an berisi acuan-acuan yang dapat digunakan sampai kapanpun. Telah terukir pula dalam sejarah, dengan Al Qur’an tersebut, Rasulullah dapat mengubah kondisi umat dari yang rendah menuju pada kemuliaan, dari jahiliah menuju ketaatan. Luar biasa, ketika kebenaran dari Allah yang tertuang dalam Al Qur’an dijadikan acuan dalam hidup, akan mengangkat derajat manusia tidak hanya di dunia, terlebih di akhirat. Allah juga telah menjamin untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an hingga akhir zaman. Firman Allah swt: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9). Hal-hal itulah yang membuat Al-Qur’an menjadi mukjizat Rasulullah yang paling istimewa.
Nah, dari sini sobat, terlihat sangat jelas kan bahwa Rasulullah merupakan teladan umat yang sangat layak untuk dicintai dan dijaga selalu ajaran-ajaran peninggalannya. Mencintai Allah dan Rasul-Nya dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan ibadah wajib dan sunnah setiap saat. ‘Beribadahlah seakan-akan kamu akan mati esok hari’ merupakan kalimat yang wajib ditanamkan ke dalam diri kita masing-masing untuk menjadikan kita semakin bersungguh-sungguh dalam menyiapkan bekal untuk akhirat kita. Be believe my brothers n sister in Islam, bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hamba-Nya, terutama yang senantiasa taat dan tunduk pada aturan-Nya, seperti Dia selalu ada untuk membantu para rasul-Nya dengan memberikan mukjizat-mukjizat yang membantu tugas kenabiannya.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7). Wallahu’alam bishshawab. 
~Aer Edisi Februari 2013~
Advertisements