melabuhkan hati    Tuh kan… giliran ngomongin melabuhkan hati, langsung melek semua… heheh… Sobat A-eR, berbicara tentang remaja emang always jadi hal yang menarik untuk dibahas. Sobat A-eR sendiri juga bisa ngrasain betapa pada masa-masa ini ada banyak perubahan yang sedang terjadi pada kalian. Nah, Alangkah sayangnya kalau usia muda kita yang penuh vitalitas, kegembiraan, keoptimalan fisik, kecerdasan akal dan juga ketinggian semangat tersebut hilang begitu saja gara-gara salah melangkah dalam menjalani masa remaja. Salah satu topik remaja yang saat ini lagi cetar membahana badai terpampang jelas seluruh nusantara adalah persoalan melabuhkan hati. ❤ Hmmm… kemana antum selama ini melabuhkan hatinya? Apakah sudah nemuin pelabuhan hati yang tepat? Nah, bagi yang udah ato yang belum, yuk kita gali ilmunya dari Islam, kemana tempat labuhan hati yang terbaik… cie…

       Sobat, AeR mau ngulas sdikit nih. Sobat tahu kan manusia dibekali potensi hidup oleh Allah yang salah satunya adalah naluri (gharizah). Naluri sendiri terbagi menjadi 3 yaitu gharizah nau’ (kasih sayang), gharizah baqa’ (eksistensi), gharizah tadayyun (naluri beragama). Naluri sangat dekat dengan yang namax hati (kalbu) Jadi gak salah klo tabiatnya naluri itu klo gak di penuhi efeknya  gelisah ato sebut aja galau. Contohnya nih naluri nau’ yang suka ngglibet di kalangan ababil, salah satu perwujudannya adalah kecintaan pada lawan jenis. Yang kerap ditemui biasanya di kalangan pemuda-pemudi yang lagi kasmaran. O_o  Saat ada cowok yang nembak cewek sambil bilang ‘simpan aku dihatimu ye? ’ Wuih, si cewek yang ketembak tadi n merasa selama ini diperhatiin n melihat berbagai kriteria menarik dari si cowok langsung klepek-klepek. Seolah si cowok tadi adalah tempat yang pas untuk melabuhkan hatinya. Then, atas nama couple, berlanjutlah mereka pada hubungan pacaran. Kalo dah gini trs berlanjut yang aneh-aneh, Naudzubillah…

       love-allahPadahal tau sendiri kalo di dalam pacaran itu banyak aktivitas yang mendekati zina. Padalah dalam Al Qur’an dah dijelasin untuk tidak mendekati zina, apalagi melakukannya. Namun lebih mirisnya ada yang mengatakan “pacaran islami” kok. Katax sih gak ada pegang-pegang tangan, kalo keluar rame-rame ga’ khalwat, cuma telpon2nan, chatting, SMS ngingetin tahajud, de el el. Lah, itu mah sama aja boong. Iya sih emang ga’ berduaan. Tapi kan hati n dunia serasa milik berdua (yang lain ngontrak ma kost kaleee… ckckc). Waduh…. itu mah namanya mencoba berlindung di balik fitrahnya hati untuk mencari pembenaran diri, padahal semua itu hanya mainan nafsu untuk memburu cinta yang semu, mereka ga’ sadar klo tlah tertipu. Perlu diinget, entah itu berlabel islami ato ga’ ttp aja nggak dibenerin aktivitas pacaran dalam Islam. Kalo gitu carax bisa-bisa nanti ada “mencuri islami”, “PSK islami” Astaghfirullah…  Trus gimana dong melabuhkan hati yang tepat biar gak salah, dijamin aman & menentramkan, bahkan bernilai ibadah!

       Sobat Aer, jika kita melabuhkan hati pada seseorang or sesuatu, akan banyak waktu, pikiran atau hal lain yang tercurah pada orang/benda tersebut. Kalo udah gini, jadi penting tuk dipikirkan lagi kemana semua itu perginya. Kita hidup di dunia hanya sementara lho. Sementara kita sibuk memikirkan apa yang datang silih berganti dalam hidup, suatu saat kita akan bertemu dengan ajal kita dan kembali kepada Allah yang telah menciptakan. Untuk itu, saat hidup di dunia, karena kita adalah hambanya Allah n kita mengaku sebagai muslim’s generation, kita harus mau dong ikut aturan dalam Islam yang diberikan Allah. Termasuk urusan melabuhkan hati!

hati Allah       Semestinya nih kita menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai tempat labuhan hati kita. Why? Karena Allah adalah sebaik-baik penjaga hati. Yakin deh, nggak akan bikin sakit hati, gelisah atau dikit dikit galau kalau kita melabuhkan n menitipkan hati kita pada Allah. Allah pun berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 ) Buktikan sendiri, semakin kita dekat ama Allah dan menjadikan Allah sebagai sandaran hidup dan labuhan dari hati kita, maka yang akan kita dapatkan adalah ketenangan dalam hidup serta kebahagiaan yang kan abadi.  Insya’Allah

    Lalu, gimana kita mulai menjalani hidup ini dengan melabuhkan hati kita ama Allah? Yakni  menjalani kehidupan ini dengan bersandar pada aturan-aturan-Nya, termasuk dalam urusan hati. Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra’: 36). Selain itu, untuk menjadikan Allah sebagai labuhan hati kita, kita harus menjadikan kecintaan kita yang tertinggi adalah pada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman Allah QS. At Taubah ayat 24.

       Tuh dah clear kan sobat. Jika sobat udah tahu yuk kita potensikan naluri nau / potensi cinta yang dikaruniakan Allah dengan berfastabiqul khoirot dalam melakukan amal-amal ketaatan kepada Allah seperti menuntut ilmu, menyibukkann diri dengan hal-hal yang positif yang bermuara untuk kemajuan peradaban Islam serta endingx untuk mencari ridha Allah.  Wallahu’alam bi showab. 

~Aer Edisi Februari 2013~

 

Advertisements