bdAssalamualaikum,
Hai A’er gimana kabarnnya? Oya aku pengen cerita neh, aku belum lama ini ngerayain Ultahku yang ke 17 loh….. walopun nggak gede-gede amat tapi lumayanlah bisa nraktir teman2 sekelas en juga aku dapat banyak kado Ultah loh dari teman2. Eh BTW saat itu ada temenq di sekul yang gak mau kasi ucapan selamat dan bilang, “Ulang tahun itu haram lho, Cy”. Because of that. Q mau Tanya gimana sich hukumnya ngerayain ulang tahun dalam Islam? Atas jawabannya terima kasih.
Wassalamualaikum.
Mocy-Jember

Jawab:
Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Ukhti Mocy semoga dengan jawaban A’er bisa sedikit memberi pencerahan pemikiran.
Ulang tahun saat ini sudah jadi budaya. Bahkan kaya’nya kita udah ngerasa ultah (ulang tahun, red) sudah jadi kebiasaan yang lazim, sampai-sampai kita ngerasa gak gaul klo gak ngerayainnya (masa’ sich!!???). begitupun dengan mengucapkan selamat ultah, ataupun memberi kado.
Pada dasarnya jika kita melihat (membaca) kembali kisah kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat, mereka tidak pernah diriwayatkan mengadakan pesta ulang tahun. Truz gimana dunkzzz??!!??
Sebagaimana yang udah A’er sebutkan, insyaallah pada 2nd edition, setiap amal manusia (apapun itu, red) harus berlandaskan Al-Quran dan As Sunnah coz “Asal perbuatan terikat hokum syara’”. Nah… kalo ulang tahun itu tidak pernah ada tuntunannya ato gak dicontohin sama Rasul, apa masih harus dilakukan?! Malahan bisa jadi terkategori hal yang diada-adakan dan itu tertolak. Tuch kan, percuma aza kita mau ngadain syukuran ato traktir temen kalo niatnya untuk ngerayain ultah, pasti gak ada pahalanya.
“Barang siapa melakukan perbuatan selain yang aku perintahkan maka tertolak”. (HR. Muslim)
“Barang siapa yang membuat hal baru dalam urusan (agama) ini maka dia tertolak” (HR. Abu Dawud)
Selain itu, ultah adalah tradisi bukan dari Islam dan lebih dekat dengan tradisi Kristen yang merayakan natal. Jika itu kemudian kita tiru baik untuk peringatan individu kita atau diadopsi jadi upacara agama, bisa termasuk perbuatan Tasyabbuh (peniruan) terhadap budaya orang kafir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kedalam golongan mereka.” (HR Ahmad dan Abu Daud). Tentu kita gak mau dong kalo kita termasuk dalam golongan dari orang2 kafir?
Trus gimana kalo kita mendapatkan kado ultah? Kalo ngerayain aja gak boleh, gitu juga aktivitas yang terkait, seperti mengucapkan selamat, ikut memberi ataupun menerima kado ultah. Pokoke yang ikut menyukseskan acara itu dech! Coz kita secara langsung ato tidak mengiyakan budaya-budaya yang dilakukan oleh orang-orang kafir, nah lo!!! Ngasih kado ke temen sunnah, trima hadiah pun boleh aza, tapi gak harus saat ultah kan? Ato jangan diniatkan untuk ultah, OK! Ato kalo mang mau bersyukur atas umur yang diberikan oleh Allah, kenapa koq gak tiap hari aja. Padahal juga masih banyak kenikmatan Allah yang lain yang patut juga kita sukuri.
So, sobat A’er, Islam adalah agama yang tinggi dan kita jangan mau mengekor pada orang-orang kafir dengan mengikuti budaya mereka. Kalo suatu amal gak ada tuntunannya dalam Islam, ya gak usah dilakukan. Sebagai seorang muslim kita jangan mau dengan mudah diajak orang kafir ke jalan yang bisa menyesatkan kita.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
 
~ Edisi 3 / Maret 2008 ~
Advertisements