zulfiqar_by_porscherSobat muslim, pernah denger kisahnya Khubaib bin ‘Adi? (Bukan Bang Adi Bing Slamet yang jelas, but sahabat Rasul) Khalid Muh. Khalid dalam bukunya Karakteristik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah, menuliskan julukan yang keren bagi Khubab bin ‘Adi, pahlawan yang syahid di kayu salib. Ia amat terkenal di Madinah, bahkan saat perang Badar, Al-Harits bin ‘Amir bin Naufal, pemimpin Quraisy, tewas di ujung pedangnya. Dan gara-gara itu juga Khubaib bin ‘Adi sangat dibenci bahkan kematiannya sangat dicam bani Harist dan penduduk Mekkah lainnya yang juga kehilangan bapak dan pemimpinnya dalam Perang Badar. 

Suatu saat, Khubaib bin ‘Adi dan sembilan sahabat lain diutus Rasulullah sebagai Intel untuk menyelidiki sejauh mana persiapan kaum Quraisy untuk peperangan yang baru. Berangkatlah mereka bersepuluh dipimpin ‘Ashim bin Tsabit. Namun baru sampai suatu tempat antara Osfan dan Mekkah, langkah mereka tercium Bani Haiyan. Seketika itu Bani Haiyan mengirimkan seratus pemanah handalnya untuk menghadang orang Islam. Allahu Al Hadii, ‘Ashim mengetahui kalau sedang dibuntuti. Ia lalu memerintahkan sahabat yang lain untuk menaiki puncak bukit yang tinggi. 

Sementara itu, para pemanah musuh sudah mengepung dan siap memanah. Sempet sich, musuh kasi penawaran menyerah ke kaum muslimin, tapi, “Adapun Aku, Demi Allah, Aku tidak akan turun, mengemis perlindungan orang musyrik! Ya Allah, sampaikanlah keadaan kami ini kepada nabi-Mu!” ujar ‘Ashim lantang. Seketika itu mereka dihujani anak panah dan tujuh orang, termasuk ‘Ashim, syahid. (Truz, gimana sisanya???) Ketiga intel yang masih hidup turun karena dijanjikan keselamatan. 
Namun orang kafir memang tak bisa dipercaya, (Sobat muslim ingetkan firman Allah dalam QS. Ali Imran 149-151 yang memerintahkan kita agar lebih waspada pada ajakan orang kafir dan janganlah teperdaya oleh ajakan orang kafir) sesampainya ketiga Intel itu di bawah, mereka diikat. Salah satu dari mereka tahu akan penghianatan kaum kafir dan berusaha melawan and syahid! Kini tingggal dua, yakni Khubaib bin ‘Adi dan Zaid bin Ditsinnah. Khubaib bin ‘Adi dan Zaid bin Ditssinnah berusaha melepaskan ikatannya, namun nihil. Kemudian mereka dibawa ke Mekkah. 
Sahabat Zaid disiksa dengan menusuk dubur hingga tembus ke tubuhnya. Berita ini mereka gembar-gemborkan ke telingga Khubaib bin ‘Adi dengan harapan Imannya decrease. Namun usaha kaum kafir nihil, iman Khubaib bin ‘Adi malah meningkat, tak gentar sedikitpun. Tatkala kaum kafir berputus asa, tak sanggup lagi menggoyahkan iman Khubaib bin ‘Adi, mereka menyeretnya ke Tan’im. Di Tan’im inilah Khubaib bin ‘Adi menemui ajalnya. Namun, sebelumnya Khubaib bin ‘Adi sempat melaksanakan sholat dua rakaat dengan khusu’ dan berdoa kepada Allah, “Ya Allah, susutkanlah bilangan mereka, musnahkanlah mereka sampai binasa!” Khubaib bin ‘Adi sempat ditawari untuk kedua kalinya kebebasan ia dan keluarganya asalkan ditukar dengan kebebasan Muhammad. Dengan tegas, Khubaib bin ‘Adi menolak mentah-mentah. 
Subhanallah, betapa cintanya Ia pada Muhammad Rasulullah (Allah juga pernah berfirman dalam QS. At Taubah: 24 bahwa termasuk dalam kelompok cinta tertinggi/mulia adalah mencintai Allah, rasul-Nya, dan jihad fi sabilillah untuk iqamatuddin). Inilah peristiwa pertama dalam sejarah bangsa Arab, mereka menyalib seorang laki-laki, kemudian membunuhnya di atas salib! Khubaib bin ‘Adi sebelum itu berdoa agar kabarnya disampaikan kepada Rasulullah. Oleh Allah diperkenankanlah doanya. Kemudian Rasulullah mengutus Miqdad bin Amar bin Zubair bin Awwam pergi ke tempat yang telah ditunjuk Allah. Dan Allah Maha Benar, Miqdad bin Amar bin Zubair bin Awwam melihat jenazah Khubaib bin ‘Adi kemudian memakamkannya. Wallahu ‘alam bishshawab 

~ EDISI 1/JANUARI 2008 ~
Advertisements