Assalamu’alaikumKerudung
A’er pa kabar? Gini A’er, aku kan pernah baca buku, eh, kalau pake kerudung alias menutup aurat bagi muslimah tu wajib yach? Tapi gimana ya…terkadang aku ngerasa cewek2 yang pake kerudung tuch gak modis, terlihat kurang gaul, kolot puol! Ya…pokoknya gak kerenlah! Jadinya akukan malu mau pake kerudung. Meski pikir2 seribu kali! Kalau nurut A’er aku mesti gimana? Bingung nich…
Makasih,
Sandy-Jember

Jawab:
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Secara bahasa, Aurat bermakna an naqsu yang berarti kurang atau aib. Sedangkan secara istilah, Aurat ialah sesuatu yang tidak boleh dilihat atau dipertontonkan, kecuali dengan muhrim kita. Allah berfirman, “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Q.S An Nur 31).

 
Firman Allah yang lain yakni : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S Al Ahzab 59).

 
Salah satu sabda Rasulullah dari Aisyah ra mengenai kewajiban menutup aurat ini ketika itu rasulullah berkata :“Hai Asma’! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya, melainkan ini dan ini — sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya”. (Riwayat Abu Daud dalam Fiqh Islam Wa Adillatuh oleh Dr Wahbah Zuhaili Juz :1 Hal :738).

Nah Sobat Muslim, dari ayat dan hadist di atas menunjukkan bahwa menuntup aurat adalah perintah Allah. Perintah ini bersifat tegas dan harus dilaksanakan (wajib). Kewajiban menutup aurat ini sama statusnya dengan wajibnya, sholat, puasa ataupun kewajiban yang lainnya yaitu jika kita tidak melaksanakannya, berarti kita telah bermaksiyat kepada Allah dan berdosa. Trus gimana sikap kita terhadap kewajiban ini?

Ketika seorang ngaku beriman kepada Allah SWT, konsekuensi keimanannya adalah patuh dan tunduk (Ridho) dengan semua yang ditetapkan oleh Allah untuknya, termasuk ketika seruan menutup aurat ini. Jika ia sudah baliqh, ia harus segera melakukannya, tidak perlu ada keraguan lagi dalam hatinya. Tidak ada alasan apapun! Tidak juga kurang PD, gak keren, kuno alias gak modis, gak cantik, de el el.

Ketika kita benar-benar yakin pada Allah, kita tidak akan kawatir dengan apapun dan tidak peduli dengan pandangan manusia. Bagi kita yang penting adalah bagaimana pandangan Allah pada diri kita. Apakah kita mau jika tampil modis dihadapan manusia, tapi Allah murka? Jadi ukhti, apalagi yang mengganjal kita untuk jalankan perintah Allah ini jika balasannya pahala dan syurga. Keridhoan Allah pada diri kita
Wassalau’alaikum Wr. Wb.

~Edisi 4 / April 2008 ~

Advertisements