Sobat muslim, kenal gak dengan sederet nama seperti Krisdayanti, Tamara Blezinsky, Artika Sari Devi, and Agnes Monica? “Of course lah ! malah ngefanz bangetz gitu loh….”

But, kalau Ummu Salamah gimana? Barangkali kalau yang satu ini, sobat muslim jawab, “Sepertinya pernah denger dech, tapi sapa yach?”

Sobat muslim, Ummu Salamah merupakan salah satu shohabiyah, ummu muslimin, dan beliau adalah istri Rasulullah SAW. Nama asli beliau Hindun binti Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah al-Qursyiyah. Bapaknya adalah putra dari salah seorang Quraisy yang diperhitungkan (disegani) dan terkenal dengan kedermawanannya. Disamping beliau memiliki nasab yang terhormat ini beliau juga seorang wanita yang berparas cantik, berkedudukan dan seorang wanita yang cerdas. Whew kaya apa yach? (yang pasti lebih cantik dari Karisa Putri ato Riyanti donk…^_*).

 Pada mulanya dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi, seorang shahabat yang agung dengan mengikuti dua kali hijrah. Baginya Ummu Salamah adalah sebaik-baik istri baik dari segi kesetiaan, ketaatan dan dalam menunaikan hak-hak suaminya (bener-bener wanita pilihan nich!). Beliau hijrah bersama suaminya ke Habasyah untuk menyelamatkan diennya dengan meninggalkan harta, keluarga, kampung halaman dan membuang rasa ketundukan kepada orang-orang zhalim dan para thagut. Di bumi hijrah inilah Ummu Salamah melahirkan putranya yang bernama Salamah.

 Setelah pembebasan pemboikotan orang-orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin dan setelah masuknya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khottab, kaum muslimin yang hijrah ke Habsyah, termasuk Ummu Salamah, harus kembali ke Mekkah.

 Tatkala Nabi memutuskan para sahabat untuk hijrah ke Madinah, setelah peristiwa Baiat Aqobah II, Abu Salamah segera membawa Ummu Salamah dan putranya hijrah dengan naik unta. Namun saat diperjalanan, mereka dicegat Bani Mughirah (Bani dari Ummu Salamah) untuk membawa Ummu Salamah dan putranya. Melihat hal itu, Bani Abdul Asad (Bani dari Abu Salamah) marah dan mengambil putranya, Abu Salamah. Akhirnya terpisahlah mereka bertiga. Abu Salamah melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Ummu Salamah sangat sedih hinggga orang-orang kaumnya kasihan dan membebaskannya. Ummu Salamah beserta putranya kemudian menuju Madinah. Diperjalanan ia bertemu Utsman bin Thalhah. Dengan tetap menjaga jarak, diantarlah beliau sampai di Madinah.

 Saat di Madinah beliau melayani suaminya yang berjihad di jalan Allah. Hingga pada perang Uhud suaminya terluka, dengan sabar beliau merawat suaminya sampai merasa sembuh. Saat melawan Bani Asad, luka Abu Salamah kambuh dan setelah peperangan beliau sakit hingga wafat. Ummu Salamah tak henti-hentinya berdoa agar mendapatkan ganti yang lebih baik dari musibah yang dihadapinya. Doa beliau-pun terjawab, Setelah masa iddahnya habis, Umar bin Khattab and Abu Bakar melamar beliau tetapi beliau dengan lembut menolaknya. Sampai pada suatu saat datanglah lamaran Rasulullah dan beliau akhirnya menerimanya.

 Ummu Salamah seorang wanita yang cerdas en matang dalam memahami persoalan dengan pemahaman yang baik dan dapat mengambil keputusan dengan tepat pula. Pada peristiwa Hudaibiyah Rasulullah memerintahkan para shahabatnya untuk menyembelih qurban en mencukur rambut. Sayank para sahabat tidak mengerjakannya. Then Ummu Salamah berkata: ”Wahai Rasulullah apakah anda menginginkan hal itu? Jika demikian, maka silahkan anda keluar dan jangan berkata sepatah katapun dengan mereka sehingga anda menyembelih unta anda, kemudian panggillah tukang cukur anda untuk mencukur rambut anda (tahallul).” Rasulullah menerima usulan Ummu Salamah. Finally, para sahabat menyesali perbuatan mereka en cepat-cepet melakukan perintah Rasulullah. Setelah Rasulullah SAW wafat, Ummu Salamah senantiasa memerhatikan urusan kaum muslimin dan menjaga mereka dari penyimpangan hingga akhirnya beliau wafat pada usia 84 tahun.

 Subhanallah, inilah salah satu sosok yang saat ini dicari. Coba dech sobat muslim perhatiin, Ummu Salamah bisa berkiprah untuk kaum muslimin dan aktivitas jihadnya. Namun beliau tidak melupakan kewajibannya sebagai istri ataupun ibu. Semoga kita bisa mengambil teladan darinya.

~ Edisi 4 / April 2008 ~

Advertisements