images (1)Sobat muslim, if u say love Muhammad SAW mesti juga cinta ma sahabat beliau. So… kata orang “Tak kenal maka tak sayang”, mau mencintai sahabat beliau??? Pastinya nich kita mesti kenal mereka, iya khan!? Kali ini, A’er akan ulas salah satu sahabat Rasul yang sangat mencintai Rasul. Zubair bin Awwam, kenal gak??!! Zubair termasuk dalam rombongan pertama yang masuk Islam , karena ia adalah golongan tujuh yang mula-mula menyatakan keislamannya (masih inget kan, ketika Rasul menyampaikan Islam, orang-orang yang pertama kali diajaknya adalah kaum kerabatnya). Dan Zubair adalah sepupu Rasul. Beliau saat itu masih muda dan sebagaimana Ali, beliau masuk Islam juga ketika berusia 8 tahu. Sebagai perintis, ia telah memainkan perannya yang penuh berkat di rumah Arqam.

Dakwah di Mekkah ini jumlah pengikutnya masih dikit banget. Untuk belajar Islam juga harus sembunyi-sembunyi di rumah Arqam, and tiba-tiba tersebar berita bahwa Rasulullah telah terbunuh. Sobat muslim tahu gak apa yang di lakukan Zubair saat mendengar hal itu? Ia langsung menghunus pedang dan mengacungkannya, lalu ia berjalan di jalan-jalan kota Mekah laksana tiupan angin kencang. Mula-mula ia meneliti berita tersebut,seandainya berita itu benar, maka pedangnya akan menebas semua pundak orang Quraisy. Ehm…bener-bener amat cinta dan membela Rasul! Wah…Zubair banget gitu loh!!!

Truz nich, a long his life, Zubair tidak penah memerintah satu daerah pun, tidak pula mengumpul pajak, (Eit…jangan su’uzhon dulu…! bukannya dia nggak mampu or ketahuan korupsi loo… ) ini karena tak ada jabatan yang lain untuknya kecuali berperang pada jalan Allah untuk membela Rasul.

Zubair tidak pernah ketinggalan dalam berperang membela Rasulullah. Banyaknya tusukan dan luka-luka yang terdapat pada tubuhnya dan masih berbekas sesudah lukanya itu sembuh juga menjadi bukti kepahlawanan Zubair. Bahkan sobat muslim, salah satu sahabatnya berkata : “Aku pernah menemani Zubair Ibnul ‘Awwam pada sebagian perjalanan dan aku melihat tubuhnya, maka aku saksikan banyak sekali bekas luka goresan pedang, sedang di dadanya terdapat seperti mata air yang dalam, menunjukkan bekas tusukan lembing dan anak panah …Maka kataku padanya : “Demi Allah , telah ku saksikan sendiri pada tubuhmu apa yang belum pernah kulihat pada orang lain sedikitpun …!”. Mendengar itu Zubair menjawab : “Demi Allah luka-luka itu ku dapat bersama Rasulullah pada peperangan di jalan Allah….!” Finally, one day dalam perang Jamal, Sang pembela Rasul, Zubair bin Awwam, menemui syahidnya. At that time, sesudah ia menyadari kebenaran dan berlepas tangan dari peperangan, ternyata ia terus diintai oleh GPF alias… golongan penebar fitnah! and ia pun di tusuk oleh seorang pembunuh yang curang waktu ia lengah, when ia sedang shalat.
 
Si pembunuh itu pergi kepada Imam Ali, dengan maksud melaporkan tindakannya terhadap Zubair. Pembunuh itu menduga kabar ini akan membuat Ali bersenang hati, apalagi dengan menanggalkan pedang-pedang Zubair yang telah dirampasnya setelah melakukan kejahatan tersebut.
(Terus gimana sikap Ali waktu ndengar tu kabar?)
Ali berteriak demi mengetahui bahwa di muka pintu ada pembuh Zubair dan memerintah orang mengusirnya. Dan ketika pedang Zubair di tunjukkan kepada Ali oleh beberapa sahabatnya, ia mencium dan lama sekali menangis lalu ia berkata: ”Demi Allah, pedang ini sudah banyak berjasa, digunakan oleh pemiliknya untuk melindungi Rasulullah dari marabahaya. Benar-benar Zubair adalah gambaran individu muslim yang hidupnya adalah untuk membela Rasul dan menegakkan kebenaran Islam. Inilah kehidupan yang tidak sia-sia.(Wallahu’alambishawab).
 
~ Edisi 3 / Maret 2008 ~
Advertisements