menuju surgaAssalamualaikum Wr. Wb

Dear AeR, saya mau tanya, bagaimana caranya menahan gejolak remaja, agar bisa menjadi remaja yang kelak mendapat naungan dari Allah? Trimakasih atas jawabannya.

From: Dimas Fajar M / Jln. Airlangga no.202 Kaliputih-Rambipuji Jember/SMPN 1 Rambipuji).

Alhamdulillah, ash-sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du. Para pembaca Aer, khususnya ananda Dimas rahimakumullah. Rusaknya tatanan kehidupan saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar diterapkannya  sistem kapitalis, sebuah sistem yang menjadikan pemisahan agama dari kehidupan sebagai azasnya, agama tidak boleh ikut campur dalam mengatur kehidupan. Kaum muslimin belum pernah mengalami kerusakan dan kehinaan seperti sekarang ini. Umat Islam saat ini telah digiring menjadi figuran pesakitan. Dan remaja muslimpun telah ambil bagian sebagai korban terbesarnya. Banyak kita jumpai generasi muslim yang justru asing terhadap Islam. Jangankan ingin menerapkan Islam untuk belajar dan mengkaji Islam saja mereka sudah enggan. Waktu mereka lebih banyak digunakan untuk berfoya-foya (hedonisme) dengan meniru budaya barat (westernisasi) akhirnya mereka jauh dari hidayah dan perlindungan Allah SWT.

Untuk itu beberapa tips ini mungkin bisa dilakukan untuk menangkal segala bentuk serangan pemikiran dan kebudayaan kufur.

  1. Memperkuat aqidah. Dahulu para sahabat menjadi generasi yang terbaik, generasi yang mendapatkan pujian langsung darii Allah dan Rasul-Nya, generasi yang mampu menaklukkan Persia dan Romawi, hal itu dikarenakan mereka punya satu modal penting yaitu kekuatan aqidah/keimanan, sehingga apapun yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya mereka akan mengatakan sami’na wa atho’na (ya Allah saya dengar seruan-Mu dan saya taati seruan-Mu). Jadi aqidah/keimanan kita adalah pondasi yang sangat penting, harus senantiasa kita jaga dan kita perkuat, jangan sampai hilang dari dalam diri kita.
  2. Memperkuat kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah) dengan cara memperbanyak belajar tsaqofah Islam. Semakin kita memahami tsaqofah Islam maka kita akan semakin terjaga dari kemaksiatan. Selalu hadir dalam majelis ilmu, menyempatkan membaca buku-buku keislaman, berkumpul dengan ‘ulama (orang yang berilmu) adalah cara-cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan tsaqofah kita. Selain itu memperkuat kepribadian Islam dengan cara menjadikan setiap kecenderungan yang pada pada diri kita selalu kita standarkan kepada hukum Islam, dengan kata lain ketika akan melakukan sesuatu perbuatan maka tolok ukurnya adalah hukum Islam.
  3. Berorientasi terhadap kehidupan akhirat. Sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa setiap amal perbuatan kita di dunia pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, untuk itu janganlah menjadikan kehidupan dunia ini sebagai tujuan, karena kehidupan yang sebenarnya itu ada di kehidupan akhirat kelak.

Jika kita bisa melakukan hal tersebut insya Allah kita akan senantiasa terjaga dan terlindungi dari serangan-serangan yang menyesatkan kita. Semoga antum diberi kekuatan untuk senantiasa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, amin. Wallahua’lambisshowab.

Advertisements