grogeusPerangnya Singa-Singa Allah

Ngobrolin soal perang dahsyat, mungkin yang terpikir adalah perang-perang yang terkenal seperti Battle of Thermopylae, antara Leonidas dari Sparta melawan Xerxes penguasa Persia, yang dikemas secara hiperbolis dalam film 300. Ato Perang Dunia I dan II. Padahal ni Sob, banyak diantara peperangan yang dilakukan umat Islam itu dinilai sebagai salah satu pertempuran yang sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan dunia.

Perang Yarmuk, perang terdahsyat sepanjang sejarah terjadi antara kaum muslimin melawan pasukan Romawi (Bizantium), negara super power saat itu, tahun 13 H/634 M. Pasukan Romawi dengan peralatan perang yang lengkap dan sekitar 240.000 tentara melawan pasukan kaum muslimin yang hanya krang lebih 45.000 tentara. WOW….

Abu Bakar menunjuk Khalid bin Walid sebagai panglima pasukan. Hampir semua tentara muslim gembira dengan penunjukkan itu. Tapi entah apa yang ada di benak Khalid bin Walid ketika Khalifah menunjuknya menjadi panglima pasukan. Hanya ia dan Allah saja yang tahu kiranya. Khalid tak hentinya beristigfar. Ia sama sekali tidak gentar dengan peperangan yang akan ia hadapi, 240.000 tentara Bizantin. Ia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatan itu. Kaum muslimin tengah bersiap menyongsong Perang Yarmuk sebagai penegakan izzah Islam berikutnya.

Panglima Romawi, Gregorius Theodore -orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Ia menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang serta tentang Islam.

Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri. Perang super sengit tidak terhindarkan sobat. Namun sejarah mencatat bahwa bukan hanya mujahidin yang berperang mujahidahpun ambil bagian seperti Khaulah binti Tsa`labah, asma binti Yazid bin As-Sakan. Mereka telah berbuat sesuatu agar dijadikan contoh bagi wanita muslimah lainnya, yaitu kerelaan dan tekadnya yang kuat untuk membela dan mempertahankan agama Allah dan mengangkat panji Islam sampai agama Allah tegak di muka bumi. Bagaimana ya dengan qta sobat Aer???

Setelah perang selesai dan dimenangkan oleh pasukan kaum muslimin, di medan Yarmuk tergeletak beberapa pejuang Islam, sahabat Rasulullah saw dengan badan penuh luka. Mereka adalah Ikrimah bin Abi Jahal, disekujur tubuhnya tidak kurang ada 70 luka, Al Harits bin Hisyam (paman Ikrimah) dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah, dalam riwayat lain Suhail bin ‘Amru.

Saat ketiganya sedang letih, lemah, dan kehausan serta dalam keadaan kritis, datanglah seorang yang mau memberikan air kepada salah seorang diantara mereka yang sedang kepayahan.

Ketika air akan diberikan kepada Al Harits dan hendak diminumnya, dia melihat Ikrimah yang sedang kehausan dan sangat membutuhkan, maka dia berkata, “Bawa air ini kepadanya !”.

Air beralih ke Ikrimah putra Abu Jahal, ketika dia hendak meneguknya, dilihatnya Ayyasy menatapnya dengan pandangan ingin minum, maka dia berkata, “Berikan ini kepadanya !”.

Air beralih lagi kepada Ayyasy, belum sempat air diminum, dia sudah keburu syahid. Maka orang yang membawa air bergegas kembali kepada kedua orang yang membutuhkan air minum, akan tetapi ketika ditemui keduanya juga sudah syahid. Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga. Huduh merinding ga sobat bacanya??? Bener2 luar biasa pengorbanan mereka demi mendahulukan saudaranya, bahkan termasuk urusan nyawa.

Subhanallah, dari kisah ini kita bisa belajar tentang perjuangan yang telah dilakukan oleh para shabat demi tertegakkannya kalimatullah di  muka bumi ini. Kita pun dapat melihat perihal persaudaraan yang erat di antara sesama kaum muslimin sehingga mereka bersatu padu untuk menyerang musuh hingga teladan yang paling indah yaitu tentang pengurbanan dan mendahulukan kepentingan saudaranya dibandingkan dengan kepentingannya sendiri, meski di titik kritis kehidupannya. Subhanallah.

Wallahua’lambisshowab.

~Ar Rayyan Edisi November 2014~

Advertisements