toleransiKeke & Joko belajar disekolah yang sama. Keke & Joko adalah teman sekelas juga sahabat kari dari SD. Suatu ketika, di kantin yang teduh dan nyaman, Keke & Joko sedang asyik jajan sambil ngobrol ringan.

Keke: Ko, kamu sibuk ga?

Joko: Ga ko, kenapa mangnya..

Keke: Mau ga nemenin aku ke gereja? Biasanya ku dianter Mang Ujang.

Tapi lagi sakit mang ujangnya.

Joko: Uke dah… aku juga lagi ga da acara kok.

Keke: Um, kalo gitu besok ku jemput jam 8 ya..

Joko: Sep! ku tunggu.

Assalamualaikum, pa kabarnya nech sobat A’er semuanya? Moga aja selalu dalam lindungan Allah SWT. Oh ya sobat A’er pernah g berada dalam situasi seperti itu atau mungkin yang mirip kayak gitu. Perlu sobat ketahui para pemuda n pemudi islam sering terjerumus dengan konteks yang seperti itu. Yah, sobat itulah yang orang bilang dengan toleransi beragama.

Nah, tau ga sobat apa toleransi beragama itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Toleransi yang berasal dari kata “toleran” berarti bersikap atau bersifat menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan), pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dsb) yang berbeda atau yang bertentangan dengan pendiriannya. Toleransi atau Tasamuh juga bisa diartikan sebagai sabar menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dengan keyakinan dan batil menurut pandangan. 

Um, ngomong-ngomong apa ya bedanya sama tasyabuh? (bukannya sama). Eits  eits, beda dunk sobat,  tasyabuh adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas orang orang kafir (gimana beda kan sobat). Misalnya, bentar lagi kan ada peringatan tahun baru 2015 sob, biasanya nih banyak diantara kita yang ikut merayakan tahun baru tersebut. Ketika ada yang mengingatkan perihal ketidakbolehannya karena perayaan tahun baru itu identik dengan orang nasrani mereka berdalih bahwa apa yang mereka lakukan semata-mata hanya bersenang-senang tanpa ada niat ikut2an tradisi irang nasrani. Padahal sob, dengan alasan apapun perayaan itu tetap saja tidak boleh karena termasuk tasyabuh bilkuffar (menyerupai kebiasaan orang2 kafir). Rasulullah bersabda “Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu pun tetap mengikuti mereka” Sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Nabi menjawab: “Kalau bukan mereka (Yahudi dan Nasrani) siapa lagi?” (HR. Bukhari Muslim).

 Toleransi dalam perspektif Islam

TOLERANSI telah menjadi berhala baru yang disembah oleh kaum modernis pemuja kebebasan dan hak asasi manusia. Karena, kata ‘toleransi’ kerap kali dijadikan hujjah (statemen) oleh sekelompok modernis untuk menghalalkan apa yang telah diharamkan dan mengharamkan apa yang telah nyata-nyata halal. Lalu apakah tidak ada toleransi dalam islam? (?_?)

Toleransi juga diajarkan dalam Agama Islam. Berlaku baik dan tolong menolong dengan sesama manusia memang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Islam mengenal toleransi sosial kemasyarakatan akan tetapi bukan toleransi dalam aqidah keimanan. Dalam bidang aqidah keimanan, seorang muslim meyakini bahwa Islam satu-satunya agama yang benar yang diridhoi Allah SWT. Dalam konteks toleransi antar umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. “Tidak ada paksaan dalam agama (Al-Baqarah: 256)”  juga terdapat dalam QS. Al-Kafirun: 6 “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami” adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam.

Dalam hubungannya dengan orang-orang yang tidak seagama, Islam mengajarkan agar umat Islam berbuat baik dan bertindak adil. Selama tidak berbuat aniaya kepada umat Islam.  Al-Qur’an juga mengajarkan agar umat Islam mengutamakan terciptanya suasana perdamaian, hingga timbul rasa kasih sayang diantara umat Islam dengan umat beragama lain. Jadi jelas bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi. Nah pertanyaannya, bagaimana batasan-batasan dalam bertoleransi? Toleransi monggo sobat tapi harus tau bahwa kalau sudah menyangkut tentang aqidah maka tidak ada toleransi, contoh, kita punya tetangga nasrani yang sedang merayakan natal sobat, maka haram bagi kita untuk ikut menghadirinya, haram kita turut ke gereja mereka, haram juga menghadiri upacara-upacara keagamaan mereka yang lain meskipun niat kita hanya untuk menghormati atau bertoleransi. Ini juga berlaku bagi kita kepada siapa pun yang punya atau melakukan ritual yang bertentangan dengan aqidah kita. Misalnya ketika di tempat kita ada ritual larung sesaji, maka kita juga dilarang untuk ikutan meskipun hanya sekedar untuk menghormati. Toleransi juga dilarang dalam hal kemaksiatan sobat, misalnya kita tau teman kita sedang berpacaran lha kita kok membiarkannya dan malah memfasilitasinya dalam rangka bertoleransi, Jelas banget itu ga boleh sobat.

Jelas banget kan sobat? jadi harus menghindari dan meninggalkan hal hal yang berhubungan toleransi dalam aqidah. Mumpung belum terjerumus sobat anyok qta perbanyak tsaqafah islam, berfastabiqul khoirot and beramar makruf nahi munkar sobat… Uke dah, semoga sobat selalu dalam lindungan Allah and always istiqomah. Bye bye… Wallahua’lambisshowab. (Ash)

~Ar Rayyan Edisi Desember 2014~

Advertisements