rebonDear AeR, Aer apa hukumnya merebonding rambut?

Alhamdulillah ash-sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du. Di era modern sekarang ini banyak kalangan remaja berupaya merubah penampilan fisiknyanya agar lebih menarik, diantaranya adalah merubah bentuk rambut. Salah satu cara yang biasa dilakukan para wanita untuk mendapatkan rambut impiannya adalah dengan melakukan rebonding. Untuk sampai pada kesimpulan hukum, terlebih dahulu kita harus mengetahui faktanya (manath).

Rebonding adalah meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah. Proses rebonding melibatkan proses kimiawi yang mengubah struktur protein dalam rambut. Protein pembentuk rambut manusia disebut keratin, yang terdiri dari unsur sistin (cystine) yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida. Jembatan disulfida -S-S- dari sistin inilah yang paling bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut kita. Rambut berbentuk lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang membuat molekul mempertahankan bentuk-bentuk tertentu. Pada proses rebonding, pemberian krim tertentu bertujuan untuk membuka/memutus jembatan disulfida itu, sehingga bentuk rambut yang keriting menjadi lemas/lurus. Proses rebonding menghasilkan perubahan permanen pada rambut yang terkena aplikasi. Namun rambut baru yang tumbuh dari akar rambut akan tetap mempunyai bentuk rambut yang asli. Jadi, rebonding bukan pelurusan rambut biasa yang hanya menggunakan perlakuan fisik, tapi juga menggunakan perlakuan kimiawi yang mengubah struktur protein dalam rambut secara permanen. Inilah fakta (manath) rebonding.

Dari fakta tersebut, maka rebonding adalah salah satu upaya merubah ciptaan Allah. Mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah) didefinisikan sebagai proses mengubah sifat sesuatu sehingga seakan-akan ia menjadi sesuatu yang lain (tahawwul al-syai` ‘an shifatihi hatta yakuna ka`annahu syaiun akhar), atau dapat berarti menghilangkan sesuatu itu sendiri (al-izalah). Dari definisi tersebut, dapat kita ketahui bahawa rebonding termasuk dalam perbuatan mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah), kerana rebonding telah mengubah struktur protein dalam rambut secara kekal sehingga mengubah sifat atau bentuk rambut asli menjadi sifat atau bentuk rambut yang lain. Sehingga merebonding rambut dilarang dalam islam, apalagi tujuannya hanya untuk dipamerkan kepada orang lain yang dengan itu dia harus membuka auratnya.

Adapun dasar pengharaman rebonding adalah ayat alqur’an

Dan aku (syaitan) akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mengubahnya”.   [QS. an-Nisaa` (4): 119].

Ayat ini menunjukkan haramnya mengubah ciptaan Allah, kerana syaitan tidak menyuruh manusia kecuali kepada perbuatan dosa.

Selain dalil di atas, keharaman rebonding juga didasarkan pada dalil Qiyas.  Dalam hadis Nabi SAW, diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud RA, baginda bersabda:  “Allah melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato, yang mencabut bulu kening dan yang minta dicabutkan bulu keningnya, serta wanita yang merenggangkan giginya untuk kecantikan, mereka telah mengubah ciptaan Allah.”  [HR Bukhari].

Sedangkan meluruskan rambut dengan menggunakan perlakuan fisik tanpa zat kimia (sehingga tidak merubah struktur rambut) dan tidak untuk dipamerkan kepada orang lain maka hal tersebut diperbolehkan.

Nasehat kami,

  1. Tanamkan rasa syukur pada diri kita atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS 14: 7).
  2. Selalu berhijab saat kita keluar rumah

‘Janganlah mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya’ (QS an-Nur [24]: 31).

  1. Saling menasehati dalam kebaikan antar sesama muslim

…….kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS: Al-‘Ashr Ayat: 3)

~Ar-Rayyan Edisi Desember 2014~

Advertisements