gaza       GAZA city pasti sudah tidak asing lagi ditelinga sobar AeR. Selalu hujan roket dari Israel tapi kota kecil ini tetap tangguh meski serbuan Israel tak terhenti. Jalur Gaza merupakan sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya, dan Israel di sebelah timur dan utara. Populasi di Jalur Gaza berjumlah sekitar 1,7 juta jiwa. Mayoritas penduduknya besar dan lahir di Jalur Gaza, selebihnya merupakan pengungsi Palestina yang melarikan diri ke Gaza setelah meletusnya Perang Arab-Israel 1948. Uniknya, tingkat pertumbuhan penduduknya pertahun mencapai angka 3,2%, menjadikannya sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi ke-7 di dunia.

Berikut 15 rahasia ketangguhan rakyat Gaza :

  1. Selalu Menjaga Wudhu

Saat sejumlah anggota DPR RI kita dari komisi 1 berkunjung ke kota Gaza pada pertengahan 2010, mereka menanyakan dimana tempat berwudhu saat mau shalat dhuhur dimasjid. Anehnya, setelah menuju tempat wudhu, tidak satupun pejabat Gaza yang terlihat ikut berwudhu. Saat ditanya mengapa mereka tidak ikut berwudhu, mereka menjawab, “Kami semua disini terbiasa dalam keadaan berwudhu, sebab kota Gaza ini adalah kota yang sewaktu-waktu bisa diserang dan dihancurkan oleh Israel. Nah dengan keadaan selalu berwudhu, berarti kami sudah dalam keadaan suci ketika terbunuh dan mati syahid menghadap Allah”. Suhanallah.

  1. Jihad sebagai Pilihan

Ada potret lain yang tidak kalah mengagumkan dengan sumber sama yang sama. Disebuah tenda pengobatan umum yang didirikan oleh para dokter relawan yang datang dari seluruh dunia untuk membantu menangani korban pasca serangan Israel ke Gaza pada Desember 2008 hingga Januari 2009, ada seorang anak laki-laki usia SD yang keluar masuk berjualan minuman. Dokter-dokter itu merasa iba, lalu mereka mengumpulkan uang untuk diberikan kepada anak tersebut. Setelah terkumpul banyak dan ketika hendak diberikan tiba-tiba terucaplah kalimat mulia ini: “Dokter, rezeki yang saya terima dari Allah dari berjualan minuman ini sudah cukup. Jadi sebaiknya uang ini berikan saja kepada pemuda-pemuda pejuang kami yang berjihad berperang melawan Yahudi Israel”.

  1. Mengutamakan Shaf Pertama

Tidak mudah menemukan para pemuda pejuang Gaza dalam kehidupan normal, karena mereka menyembunyikan identitas diri sebagai pejuang demi keamanan gerak mereka. Tetapi ada fakta unik tentang cara menemukan mereka. Ketika para ibu ditanya oleh anak-anak mereka dimana mereka bisa berjumpa dan menemukan para pejuang Gaza, ibu-ibu itu akan berkata: “Temukan mereka dibelakang imam shalat lima waktu dimasjid-masjid tempat kalian shalat. Sebab para pejuang itu selalu berusaha menempati posisi tepat dibelakang imam shalat saat mereka melaksanakan shalat lima waktu”.

  1. Dekat dengan Al-Qur’an

Pejuang-pejuang Gaza selama berada di parit-parit pertempuran dan menunggu terjadinya momen-momen tembak-menembak yang tidak pasti kapan akan berlangsung, mereka mengisi waktu-waktu luang dengan banyak membaca Al-Qur’an yang mereka hafal, sehingga jiwa mereka lebih tenang, kuat, berani dan berpasrah total kepada Allah.

  1. Istiqamah untuk mendirikan Shalat

“Pada Maret 2009 saya (Ust. Ahmad Arqom) menerima kiriman foto yang masuk ke kotak email saya dari seorang kawan. Yang menakjubkan semua foto itu menampilkan gambar para penduduk Gaza, mulai dari yang anak anak hingga yang lanjut usia yang kelihatan tetap shalat berjamaah diatas reruntuhan masjid yang sudah diluluhlantakkan oleh serangan brutal Israel.

  1. Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu. Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal.

  1. Suara Tak Bersumber 

Seorang khatib menceritakan tentang seorang pejuang, “Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi. Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak. Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang sebanyak tiga kali. “Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

  1. Saksi Serdadu Israel 

Cerita serupa tentang “serdadu berseragam putih” ternyata juga diceritakan oleh beberapa personel pasukan Israel. TV Channel 10 milik Israel menyiarkan seorang tentara yang kembali dalam keadaan buta dari pertempuran. “Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

  1. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

pray-for-palestina-save-gazaKejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, di daerah AI Maghraqah. Saat para mujahidin memasang ranjau, pesawat mata-mata Israel memergoki dan akhirnya kabel pengubung ranjau dan pemicu terputus.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu. Kaum Mujahidin merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “Allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum (Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa).”
Tiada disangka terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi. Dan ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh ketika dicek lagi.

  1. Merpati dan Anjing yang memberi isyarat

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati. Begitu merpati itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel yg memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin berkata kepada amjing itu, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

  1. Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi. Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

  1. Selamat dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengetahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut. Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

  1. Harum Jasad Para Syuhada

Jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr. Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak, hal itu juga terjadi pada jasad Abdullah As-Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

  1. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut. Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

  1. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

 

Subhaanallah, bener-bener Allah menunjukkan tanda-tanda kebesarannya dengan kejadian-kejadian yang tak biasa. Benarlah janji Allah sebagaimana dalam firman-Nya: “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7). Semoga pengetahuan yang barusan kita dapat bisa semakin menguatkan keimanan kita sobat AeR. Dan semoga Allah senantiasa menjaga saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Amin. Wallahua’lambisshowab. [L].

Rujukan utama: http://www.birayang.com/2012/11/15-kisah-dan-rahasia-dibalik-tangguhnya.html

~Ar-Rayyan Edisi April 2015~

Advertisements