CLANAAssalamualaikum Wr. Wb.

Hai sobat AeR, saya mau tanya nih. Kalo dirumah saya sering memakai celana pendek, tapi kalau keluar rumah semuanya pasti tertutup. Lha gimana itu hukumnya? Boleh tidak kalau memakai celana pendek atau tidak menutup aurat sebagian. Tapi hanya dirumah dan hanya keluarga saja yang tahu? Kasih informasinya ya…

Terimakasih

(Dwi Indah Puspa Nur’aini, Sukoreno, Jember.)

 Alhamdulillah ash-sholatu wassalumu ‘ala rasulillah waba’du, syariat Islam telah memberikan tuntunan kepada wanita muslimah dalam hal pakaian dengan tuntunan yang sangat jelas dan terperinci, sudah menjadi keharusan bagi wanita yang beriman untuk mengikuti tuntunan tersebut atas dasar keimanan, dan tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang bertentangan dengan seruan hukum syara’.

secara umum pakaian muslimah dibedakan menjadi dua kondisi yaitu pakaian yang dikenakan di hayataul khos (kehidupan khusus) semisal di dalam rumah yang hanya ada orang-orang yang memiliki hubungan mahram saja, dan pakaian yang dikenakan di saat dia keluar rumah (hayatul ‘am)

untuk kondisi pertama yaitu di saat seorang wanita berada di dalam rumah, maka dia diperbolehkan menampakkan sebagian perhiasaanya dengan memakai baju “dinas” rumah (almihnah), dengan syarat di dalam rumah tersebut hanya terdapat orang-orang yang memiliki hubungan mahram saja. Seorang wanita muslimah ketika berada di hadapan mahramnya dan orang-orang yang disebut dalam QS. An-Nûr [24]: 31 dan QS. An-Nisâ’ [4]: 23 maka baginya boleh menampilkan bagian tertentu dari anggota tubuhnya yang biasa disebut mahaluzzinah yaitu anggota badan yang biasanya dijadikan tempat perhiasan, seperti: kepala seluruhnya, tempat kalung (leher), tempat gelang tangan (pergelangan tangan) sampai pangkal lengan dan tempat gelang kaki (pergelangan kaki) sampai lutut. Mahaluzzinah ini biasa tampak ketika wanita memakai baju dalam rumah (mihnah). Selain itu anggota tubuh lain boleh tampak termasuk apabila ada hajat seperti perut, payudara, kecuali aurat yang ada di antara pusar dan lutut. (lihat fiqih lima mazhab)

Jadi, diperbolehkan seorang wanita memakai celana pendek ketika berada di dalam rumah (hayatul khos) tentunya dengan syarat dia hanya bersama mahramnya saja, jika kemudian datang seorang tamu atau orang yang bukan mahram, maka harus memakai pakaian yang menutup seluruh anggota tubuh (kecuali wajah dan telapak tangan) jika dia hendak menemui tamu tersebut.

Untuk kondisi kedua yaitu pakaian wanita muslimah disaat dia berada di hayatul ‘am (keluar rumah) maka harus menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan, yaitu memakai jilbab dan khimar (kerudung), hal ini sesuai dengan seruan Allah di dalam QS An-Nur: 31 dan Al-Ahzab: 59.

dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya(TQS an-Nur [24]: 31)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (TQS al-Ahzab [33]: 59).

Karena keterbatasan tempat, Untuk pembahasan masalah pakaian wanita muslimah di saat berada di hayatul ‘am insya Allah akan kita bahas dilain kesempatan.

Wallahu a’lam bish-showab.

~Ar-Rayyan Edisi April 2015~

Advertisements