1416558356_wanitaIslam sangat memperhatikan kaum perempuan, dimana hal tersebut tidak banyak berlaku dalam ajaran-ajaran sebelum kedatangan Islam. Posisi perempuan begitu penting sehingga sering terdengar suatu ungkapan bahwa tegaknya suatu negara sangat tergantung dengan perilaku perempuannya. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, meski tidak bisa dipungkiri bahwa peran perempuan (ibu, istri, dll) sangat berdekatan dengan kesuksesan dan juga kegagalan seseorang! Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan tidak dibedakan peranannya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Keduanya memiliki kesempatan yang sama dalam berusaha berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga dan masyarakatnya. Jelasnya, Al-Qur’an tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalm hal ibadahnya. Beberapa ayat menjelaskan hal tersebut:

“Barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (QS. An-Nisa’: 124).

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 97).

“”Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. …” (QS. Ali-Imran: 195).

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. …” (QS.Al-Ahzab: 36).

Ayat-ayat diatas telah menunjukkan bahwa tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam hubungannya dengan pekerjaan, amal dan tindakan, Al-Qur’an juga memberikan kepada kita penjelasan tentang beberapa tipologi perempuan.

  1. Tipe pertama adalah tipe wanita saleh yang diwakili oleh Maryam. Nama Maryam disebut beberapa kali dalam ayat-Nya selain juga menjadi salah satu nama Surat dalam Al-Qur’an. Ia adalah tipe perempuan saleh yang menjaga kesucian dirinya, mengisi waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada Rabb-nya. Karena kesalehahannya itulah ia mendapat kehormatan menjadi ibu dari kekasih Allah, Isa alaihi salam, tokoh terkemuka di dunia dan akhirat.
  2. Tipe yang kedua ini dicontohkan dengan sempurna oleh Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun yang hidup dibawah kekuasaan suami yang melambangkan kezaliman. Asiyah dengan teguh memberontak, melawan dan mempertahankan keyakinannya apapun resiko yang diterima. Semuanya ia lakukan karena ia memilih rumah di Surga dengan cara memperjuangkan kebenaran. Ia berdoa: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim” (QS. At-Tahrim:11). Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun. Pada saat yang sama Al Qur’an juga mengecam perempuan yang menentang suami yang memperjuangkan kebenaran, seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Dalam kaitannya dengan hal ini, Al-Qur’an juga menambahkan satu contoh perempuan yang mendukung kezaliman suaminya, yakni istri Abu Lahab.
  3. Tipe ketiga penghasut, tukang fitnah dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istri Abu Lahab. Al-Quran menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut”. (QS. Al Lahab:1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu-membahu menentang dakwah Rasulullah ﷺ menyebar fitnah dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.
  1. Tipe keempat yang dijelaskan dalam Al Qur’an adalah tipe perempuan penggoda. Jelas untuk yang satu ini diwakili oleh Zulaikha penggoda Nabi Allah Yu Dalam kisah Zulaikha menggoda Yusuf inilah, Al-Qur’an menunjukkan kepandaian perempuan dalam melakukan makar dan tipuan. ”Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya, menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya kepadanya dan dia menutup pintu-pintu seraya berkata, “Marilah ke sini, Yusuf berkata aku berlindung kepada Allah”. (QS. Yusuf: 23)
  1. tipe kelima wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya (yang saleh). Allah pun mengecam perempuan seperti ini. Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”. (QS. At-Tahriim: 10).

Manakah tipe sobat muslimah AeR dari kelima tipe tersebut? Keputusan sobatlah untuk memilih yang mana. Memilih yang pertama dan kedua, maka kemuliaan yang akan sobat dapatkan. Sedangkan memilih tipe ketiga dan keempat, mungkin enak memang karena nafsu terpenuhi, tapi kehinaan dunia dan akhirat akan sobat dapatkan. Wallahua’lambisshowab. [Zlf]

~Ar-Rayyan Edisi April 2015~

Advertisements