istoqomahBulan yang terlalu banyak kelebihannya yaa… itulah Ramadan. Dia akan datang dengan berbagai kemuliaan yang ditawarkan pada kita, diantaranya; Lailatul Qadar dengan kemuliaan lebih baik dari 1000 bulan, Amal-amal kebaikan digandakan oleh Allah dimana yang sunnah diberi pahala wajib/fardhu dan yang fardhu menyamai 70 pahala fardhu di bulan biasa, dan berbagai kemuliaan lain.

Ramadan sebagai madrasah untuk 11 bulan ke depan

Kehadiran Ramadan setiap tahun semata sebagai madrasah mendidik dan menggodok umat Islam agar menjadi umat Islam yang berkualitas. Dalam waktu sebulan ke depan, Ramadan akan menempa kita menjadi muslim yang lebih baik jika kita mengisi bulannya dengan amal-amal ibadah yang ikhlas dan benar, 2 syarat yang harus melekat sebagai kriteria amal yang diridhoi Allah. Dimulai dengan disiplin diri untuk bangun di sepertiga malam menegakkan sholat malam dilanjutkan dengan sahur. Diantara waktu sahur hingga terbit fajar akan lebih berkah dengan mengerjakan amalan yang dapat mendatangkan pahala berlipat-lipat. Apa saja amal-amal ibadah atau amal-amal kebaikan yang digalakkan oleh Allah dalam bulan Ramadhan di mana pahalanya amatlah besar dan berlipat-ganda? Beberapa amalan-amalan utama di bulan Ramadhan adalah sbegai berikut;

  1. Berpuasa dengan sepenuh hati
  2. Menghidupkan malam-malam Ramadan dengan sholat sunnah (Tarawih, tahajjud dan sebagainya) dengan tidak melalaikan ibadah wajib
  3. Menggiatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan
  4. Beri’tikaf
  5. Mencari malam Lailatur Qadar
  6. Memperbanyak membaca Al Qur’an
  7. Memperbanyak sedekah dan melakukan amal kebaikan untuk orang lain
  8. Melakukan ibadah umroh bagi yang mampu
  9. Memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah
  10. Memperbanyak doa (terutama ketika sedang berpuasa, ketika berbuka puasa dan doa lailatul qadar)
  11. Bersahur
  12. Bersegera berbuka puasa ketika memasuki waktu berbuka puasa
  13. Member makanan untuk orang yang berbuka puasa
  14. Berlatih menjaga segala anggota tubuh, tingkah laku dan tutur kata
  15. Meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran

 

Sabda Rasulullah ﷺ “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu;

Di permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Siapa saja ketika Allah melihat kepadanya niscaya ia tidak akan diazab selama-lamanya. Bau mulut mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi. Malaikat akan memohon ampun untuk mereka di sepanjang hari dan malam. Allah memerintahkan surga untuk bersiap-sedia dengan berkata kepadanya; “Bersiaplah kamu dan berhiaslah untuk hamba-hamba-Ku. Mereka hampir datang (memasukimu) untuk beristirahat dari kepayahan dunia menuju ke rumahKu dan kemuliaan-Ku”. Pada akhir malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa semua mereka. Seorang lelaki dari sahabat bertanya; ‘Adakah malam itu lailatul Qadar?’. Jawab Rasulullah; ‘Tidak. Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang bekerja. Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, akan disempurnakanlah upah-upah bagi mereka”. (Riwayat Imam Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Jabir r.a.)

Tentu saja hasil penempaan selama sebulan penuh di bulan Ramadan tidak berhenti di akhir Ramadan saja. Keistiqomahan dalam menjalankan ibadah yang telah dibiasakan selama bulan Ramadan untuk diterapkan dibulan-bulan lain, menjadi tolak ukur adanya keberkahan yang didapatkan seorang hamba dari bulan Ramadan sebelumnya, hingga disampaikan umur seorang hamba pada bulan Ramadan berikutnya. Maka dari itu, teruskanlah ibadah-ibadah dan kepribadian yang telah terbentuk selama bulan Ramadan. Tidak ada kata kembali menjadi diri sendiri jika akhirnya membawa kita menjadi lebih buruk. Seorang hamba dikatakan beruntung ketika hari ini dia lebih baik dibandingkan hari kemarin. Bukankah kita ingin termasuk dalam golongan yang beruntung sobat A’er?!

Inilah saatnya kita menanam azam (niat baik, red) untuk kita merebut segala kelebihan Ramadan yang dijanjikan Allah. Jika Ramadhan tahun lalu kita lalai dan leka (lalai, red) sehingga tanpa disadari Ramadan pun telah berlalu dan kita ketinggalan merebut kelebihannya, maka pada tahun ini kita diberi peluang sekali lagi oleh Allah. Maka jangan sia-siakan peluang kali ini karena bisa jadi inilah Ramadan terakhir buat kita. Karena sang Malaikat Maut tidak mengirimkan SMS ataupun BBM sebelum menjemput kita. Wallahua’lambisshowab. [Yuzu]

Ar-Rayyan Edisi Juni 2015

Advertisements