futuhmakkahMarhaban ya Ramadhan. Sobat, ingat kan, Rasulullah pernah bersabda, siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka api neraka diharamkan baginya. Semoga kita termasuk golongan tersebut, ya? Aammiin. Ngobrolin soal bulan Ramadhan, bulan penuh keistimewaan, penuh berkah, penuh ampunan, penuh dengan janji-janji balasan pahala yang berlimpah dari Allah swt., tentunya kita akan selalu merindukannya. Ternyata eh ternyata sobat, bulan Ramadhan pun menyimpan banyak kisah kemenangan kaum muslimin berabad-abad lalu.

Bagi umat Islam, bulan ramadhan adalah bulan penuh kemenangan dan keberkahan. Banyak peristiwa perjuangan umat Islam tercatat oleh sejarah yang diakhiri dengan sebuah kejayaan Islam terjadi di bulan Ramadhan. Apa saja di antara peristiwa besar itu?

  1. Perang Badar (17 Ramadhan 2 H). Sebanyak 314 orang berperang melawan 1000 orang kafir Quraisy. Pada saat itu, sebenarnya umat Islam tidaklah berada dalam posisi siap berperang karena hanya ingin mencegat kafilah dagang Quraisy. Namun, Allah berkehendak lain. Pasukan kafir Quraisy terlanjut bersemangat untuk menyerang umat Islam. Pecahlah peperangan yang dahsyat itu sehingga Rasulullah pun berucap, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah. Kecuali jika Engkau menghendaki untuk disembah untuk selamanya setelah hari ini.” Akhirnya, 14 pasukan muslim gugur menjemput syahid dan peperangan berakhir dengan kemenangan di tangan kaum muslimin walaupun mereka dalam keadaan puasa.
  2. Fathu Mekah (10 Ramadhan 8 H). Rasulullah ﷺ memimpin pasukan Islam berjumlah 10000 orang memasuki kota Mekah akibat pelanggaran perjanjian Hudaibiyah. Peristiwa ini mendatangkan rasa takut yang luar biasa pada penduduk Mekah, hingga Abu Sufyan berkata, “Celakalah kalian jika mengikuti hawa nafsu. Muhammad datang membawa pasukan yang tak mungkin kalian tandingi! Barangsiapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka ia selamat.” Rasulullah pun memasuki kota Mekah dan langsung menuju Ka’bah untuk menghancurkan 360 berhala di sekitarnya. Penghancuran ini menandai jatuhnya kota Mekah ke tangan umat Islam.
  3. Penaklukan Andalusia (Ramadhan 92 H). Thariq bin Ziyad membakar hampir semua kapal yang membawa ia dan pasukannya menuju Andalusia, tepatnya di Selat Gibraltar untuk melecut semangat pasukan Islam untuk menaklukan Andalusia hingga akhirnya pemerintahan Islam mampu tegak hingga 7 abad lamanya di Benua Biru tersebut.
  4. Pembebasan Palestina (Ramadhan 584 H). Shalahuddin al-Ayubi memperoleh kemenangan besar-besaran atas pasukan Salib Eropa. Setelah memporak-porandakan kekuatan pasukan Salib di bawah komando Raja Richard III dari Inggris, tentara Islam mampu menguasai daerah-daerah yang sebelumnya diduduki orang-orang Kristen. Kemenangan itu mengakhiri cengkeraman kekuasaan pasukan Salib atas bumi Palestina. Sejak saat itu, Palestina kembali ke pangkuan Islam.
  5. Penaklukan Konstantinopel (Ramadhan 874 H). Sultan Muhammad Al-Fatih memimpin pertempuran penaklukkan benteng Konstantinopel. Setelah 52 hari belum berhasil menaklukkan benteng Konstantinopel, Sultan Muhammad Al Fatih memerintah pasukan yang ada di selat Bosphorus menaikkan 37 perahu perangnya melintasi bukit guna menghindari rantai raksasa yang dipasang melintang oleh pasukan raja Constantine untuk menghalangi kapal perang lawan melintasi selat Bosphorus. Tepat memasuki waktu sholat Subuh seluruh kapal perang tersebut berhasil melintasi bukit. Usai sholat Subuh, pasukan kapal perang ini menggempur benteng Konstantinopel dari arah belakang, dan pasukan darat yang dipimpin langsung oleh Sultan Muhammad Al-Fatih mampu menerobos gerbang utama benteng serta pasukan darat lain mampu menggempur benteng dari sisi kanan gerbang utama. Tepat pada hari ke 53 takluklah benteng Konstantinopel dan kemudian gereja Haia Sofia diubah menjadi masjid oleh Sultan Muhammad Al-Fatih.

Demikianlah beberapa dari sekian banyak peristiwa kemenangan yang diraih umat Islam di bulan penuh kemuliaan, bulan Ramadhan. Lapar dan dahaga karena berpuasa, tak lantas menyurutkan semangat kaum muslimin untuk berjuang menegakkan agama Allah di seluruh belahan dunia. Tak peduli jika harus mengorbankan nyawa demi keridhaan Allah semata. Bahkan, justru di bulan Ramadhan Allah swt., tunjukkan kekuasaan-Nya dengan kemenangan yang diraih umat Islam. Bandingkan sobat dengan fakta saat ini, hanya gara-gara lelah kerja nggak puasa, gara-gara ada pertandingan bola nggak puasa, katanya nggak kuatlah, takut pingsanlah, laparlah, dahagalah dan lah-lah yang lainnya. Padahal puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan, kalo tidak ya berdosa, dan kaum muslimin boleh tidak berpuasa jika memang ada udzur syar’i. Nyatanya, udzur yang ada saat ini banyak yang dibuat sendiri. Na’udzubillah… Semoga kita tidak termasuk sperti mereka. Ingat sobat, puasa adalah bukti ketaatan kepada Allah bagi muslim yang bertakwa. Mau kan dapat predikat ‘muttaqien’ (orang-orang yang bertakwa)? So, yuks puasa!!! Wallahu ‘alam. [WD]

Ar-Rayyan Edisi Juni 2015

Advertisements