ogoh-ogoh-surabaya07Assalamualaikum wr. wb.

Hai A’er, saya mau tanya nih tentang kebiasaan orang-orang yang menaruh sesajian di perempatan jalan yang rawan terjadi kecelakaan, dll. Sesajian itu bertujuan untuk menghindari kecelakaan. Pertanyaan saya apakah hal itu termasuk syirik? (Riska Dwi Setiawati, SMA Negeri Umbulsari)

Wa’alaikumsalam wr.wb. Alhamdulillah, Ash-sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, Amma ba’du. Masih banyak di era modern sekarang ini orang terjebak dan percaya adanya tahayul (reka-rekaan, persangkaan, dan khayalan) dan khurafat (dongeng, legenda, kisah, cerita bohong, asumsi, dugaan, kepercayaan dan keyakinan yang tidak masuk akal, atau akidah yang tidak benar). Akhirnya mereka merasa takut dan mencoba mencari pertolongan dan perlindungan. Ironisnya, banyak diantara masyarakat yang mencari pertolongan dan perlindungan atas dasar bisikan syetan dengan cara menyediakan sesajen, mereka berharap dengan memberikan sesajen akan dapat terlepas dari ancaman bahaya dan bala’ yang akan menimpa dirinya.

Persoalan ini dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek aqidah dan syari’ah. Di tinjau dari aspek syari’ah, memohon pertolongan dan perlindungan dengan cara memberikan sesajen di tempat tertentu tidaklah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ sehingga hal tersebut terkategori bid’ah. Dalam sebuah hadis Aisyah ra menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berabda: “Barang siapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama, maka ia ditolak, tidak diterima, dan bid’ah namanya” (HR Bukhari dan Muslim). Sedangkan jika ditinjau dari aspek aqidah, maka hal tersebut berkaitan dengan keyakinan seseorang. Hal inilah yang menentukan seseorang itu musyrik atau bukan. Jika dia meyakini ada kekuatan lain yang mampu melindungi dirinya selain Allah, maka dia sudah terkategori musyrik. Memohon pertolongan dan perlindungan adalah bagian dari ibadah, sehingga harus ditujukan hanya kepada Allah semata. Barang siapa yang memalingkan ibadah sekecil apapun kepada selain Allah, maka dia tergolong musyrik. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),“Barang siapa yang menyembah sesembahan lain selain Allah, padahal tidak ada satu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Rabb–nya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung”. (QS. Al-Mu’minun: 117)

Firman Allah dalam surat Al-Fatihah ayat 5,“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan” . Firman Allah dalam surat An-Naas ayat 1,“Katakanlah, aku berlindung kepada Allah, Rabbnya manusia”. Adapun dari hadis yaitu sabda Rasulullah “Jika engkau meminta pertolongan, maka minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, derajat :hasan shahih)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa hanya kepada Allah semata kita memohon pertolongan dan perlindungan. Keterangan-keterangan tersebut menunjukkan bahwa sesajen bertentangan dengan syari’at Islam yang murni, didalamnya mengandung pengangungan dan penghambaan kepada selain Allah. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari segala bentuk kesyirikan. Amin. Wallahu a’lam bish-showab.

Ar-Rayyan Edisi Juli 2015

Advertisements