mr ben lucuAllahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La illahaillahu Allahu Akbar… Allahu akbar walilla hilham… Assalamualaikum wr wb. sobat A’er, tak terasa yach Ramadhan telah berlalu dan kini kita telah masuk bulan Syawal. Ups, afwan lupa sobat, Taqobbalallaahu Minna wa Minkum Taqobbal Ya Karim. Minal Aidzin Wal Faidzin ya sobat, jika A’er pernah ada salah salah kata selama ini. Bagaimana puasanya sobat selama sebulan kemaren? Pasti lancar kan? Kita semua tahu bahwa Ramadhan adalah bulan pengemblengan bagi umat islam dimana mereka dilatih tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja melainkan menahan hawa nafsu yang lain juga. Akan tetapi sedikit sekali umat islam yang lolos menjadi seorang pemenang di bulan Syawal. The question is “Who is the real winner in Syawal?”  Let’s check it out.

          Idul fitri adalah hari raya umat islam yang dinanti  nanti kaum muslimin setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Menjelang idul fitri tiba, umat muslim berlomba lomba berbelanja untuk menghias diri dan rumah mereka agar tampak apik. Bahkan, ada yng telah mempersiapkannya jauh hari di bulan Ramadhan. Di saat yang lain sibuk beribadah kepada Allah, muslim yang lain juga sibuk memadati supermarket/swalayan-swalayan. Mereka sibuk mempersiapkan pakaian dan sandal baru, pernak-pernik untuk menata rumah, juga tak ketinggalan jajanan yang akan disuguhkan di hari raya nanti. Inilah fakta yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Disaat seharusnya mereka memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan ataupun Syawal akan tetapi mereka malah sibuk mempersiapkan hal-hal yang kurang bernilai dihadapan Allah.

          Muslim yang seperti itulah yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga dibulan Ramadhan. Walhasil, ketika hari raya idul fitri tiba, mereka melampiaskan dengan makan segala jenis makanan, pesta, dan bersenang-senang. Mereka tidak paham akan esensi idul fitri yang sebenarnya.

Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kita punyai, yaitu:

  • Rasa penuh harap kepada Allah swt. akan ampunan dosa-dosa kita yang tlah lalu. Janji Allah itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.
  • Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasa yang kita lakukan telah sarat akan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataan yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi ﷺ yang mengatakan banyak orang yang hanya sekedar berpuasa saja: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy).
  • Mempertahankan nilai ruhiyah yang baru saja diraih dibulan puasa. Artinya, 1 bulan kita di tempa dibulan Ramadhan membuat kita mampu menaikkan level keimanan kita dan kita mampu juga untuk pertahankan di bulan-bulan berikutnya dengan tetap menjalankan ibadah-ibadah sunnah dan wajib yang disyariatkan kepada setiap muslim. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa seharusnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah swt. “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam ” (QS. Ali Imran: 102).

Jadi hal yang sangat penting setelah mencapai hari raya Idul Fitri adalah Keep Istiqomah. Nach ini nich yang sulit. Banyak para muslim yang berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadhan, tetapi setelah memasuki bulan syawal mereka kembali kepada kemaksiatan. Oleh karena itu, hendaknya kita beristiqomah baik sebelum, selama dan sesudah Ramadhan. Amalan yang sedikit tapi continue (terus-menerus) itu lebih baik dari pada banyak tapi jarang-jarang. Tapi, sungguh sangat lebih baik lagi jika banyak, berkwalitas dan istiqomah… Wahh keren abis itu  sob… So, itulah yang dikatakan the real winner, yakni mereka mereka yang menjaga keistiqomahannya dalam mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah baik setiap saat setiap waktu. Sekian dulu yah sob… Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin ya shobat A’er. Wallahua’lambisshowab. [Ash]

Ar-Rayyan Edisi Juli 2015

Advertisements