jamakShalat merupakan tiang agama bagi umat muslim, jika meninggalkannya maka runtuhlah pundi-pundi agamanya. Maka tidak ada alasan bagi umat muslim untuk meninggalakan shalatnya karena dalam ilmu fiqih Allah telah memberikan rukshuh (keringanan) bagi umat muslim yang sakit maupun dalam perjalanan dengan menjamak atau mengqasharkan shalatnya. Bagi sobat aer yang sering pebergian jauh terlebih dahulu harus memahami fiqih shalat jamak dan qashar..OK.

Hukum mengerjakan salat Jamak adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.“Rasulullah apabila ia bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan salat duhur sampai waktu asar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua salat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu duhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan salat duhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat), (H.R. Bukhari dan Muslim).

Pengertian shalat jamak adalah Shalat yang digabungkan,yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan dalam satu waktu. Misalkan shalat dzuhur dan ashar dikerjakan pada waktu dzuhur atau ashar.shalat maghrib dan isya’ dilaksnakan pada waktu maghrib atau isya’. Sedangkan shalat subuh tidak boleh djamak tetap dikerjakan pada waktunya. Shalat jamak boleh dilakukan apabila:

  1. Dalam perjalanan yang bukan untuk maksiat(jarak yang ditempuh kurang lebih 81 km)
  2. Turun hujan lebat
  3. Karena sakit dan takut

Shalat jamak bisa dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Jamak taqdim ( jamak yang didahulukan) misalkan menjamak shalat dzuhur dan ashar dilaksanakn pada waktu dzuhur. Syarat sahnya adalah: berniat yang dibarengkan dengan takbiratul ihram pada shalat pertama,mendahulukan shalat pertama baru disusul shalat kedua dan berurutan.

 Cara berniat : ushollii fardlozh dzuhri arba’a raka’atin majmuu’an ma’al ashri jamak taqdimin adaa-an lillahi ta’aalaa (aku sengaja shalat fardu dhuhur empata rakaat yang dijamak dengan ashar,fardu karena allah ta’aala)

  1. Jamak takhir (jamak yang diakhirkan) misalkan menjamak shalat dzuhur dan ashar dilaksanakan pada waktu ashar. Namun dalam sahalat jamak takhir tidak disyaratkan mendahulukan shalat yang pertama maupun yang kedua.syaratnya adalah: niat pada shalat yang pertama dan berurutan( tidak diselengi dengan perbuatan atau perkataan lain,kecuali duduk,iqomat atau sesuatu keperluan yang sangat penting).

Cara berniat : ushollii fardlozh ‘ashri arba’a raka’atin majmuu’an ma’al dzuhri takhirin adaa-an lillahi ta’aalaa(aku sengaja shalat fardu ashar empata rakaat yang dijamak dengan dzuhur,fardu karena allah ta’aala)

Pengertian shalat qashar

adalah mengerjakan shalat fardu dengan cara meringkas yaitu shalat yang empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat. Hukumnya adalah sunah. Allah berfirman:”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(QS. An-Nisa:101) Nabi SAW bersabda :”Dari Ibnu Abbas R.A. ia berkata : ”Shalat itu difardhu-kan atau diwajibkan atas lidah Nabimu didalam hadlar (mukim) empat rakaat, didalam safar (perjalanan) dua rakaat dan didalam khauf (keadaan takut/perang) satu rakaat.” (HR. Muslim).Sedangkan syarat sahnya sama dengan shalat jamak kecuali shalat yang bisa diqashar hanya sahalat yang jumlahnya empat rakaat dan tidak boleh bermakmum pada orang yang shalatnya sempurna. Cara niatnya : niat shalat dzuhur qashar jamak takdimin/niat shalat ashar qashar jamak takhiran.

Ar-Rayyan Edisi Agustus 2015

 

Advertisements