poster_maal-hijrahSetiap kali kita mendengar kata hijrah, maka secara refleks otak akan mengingat kepada Rasulullah ﷺ dengan para sahabat beliau. Nabi Muhammad dengan para sahabat hijrah dari mekkah ke madinah, dengan satu tujuan dan satu tekad yakni, untuk menjaga dan memperjuangkan Agama Allah SWT. sekali lagi untuk menjaga dan memperjuangkan Agama Allah, bukan untuk yang lain.

Lalu, ada pertanyaan, apa hukum hijrah itu sendiri? Apa makna hijrah? Dan bagaimana cara kita berhijrah? Pertanyaan itu muncul ketika seseorang memang tidak mengerti, namun adakalanya dia mengerti tapi belum paham. Dan ada juga ia mengerti dan paham, akan tetapi ia ingin teman di sekitarnya dapat mengetahui juga.

Apa hukum hijrah? Hijrah adalah perintah Allah dan Rasul-Nya, maka hukumnya adalah wajib. Adapun makna hijrah adalah berpindah (dari tempat lama ke tempat baru, dari masa gelap menuju cahaya ilahi, dari keterpurukan menuju kebahagiaan) dan juga bisa diartikan secara luas, menuntut ilmu, menjemput rizki, berjihad (dengan tenaga dan pikiran), dan lain sejenisnya. Dalam Al Qur’an Allah SWT, Berfirman : “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An Nisaa’ : 100).

Adakah diantara kita yang hendak berhijrah? Kemana kita akan hijrah?? Lalu, bagaimana cara kita berhijrah???

Jika jawaban atas pertanyaan pertama adalah “iya” maka, selanjutnya kemana? Poin pertama kita harus memastikan apakah kita sudah keluar dari rumah (seperti ayat di atas)? Poin kedua, Jika memang benar sudah berada di luar rumah maka apa maksud, tujuan, niat kita keluar rumah? Jika niat kita hijrah untuk Allah dan RasulNya, maka itu sudah cukup untuk memperoleh ampunan dan pahala dari Allah SWT. dan apalagi kita sampai pada tujuan. Contoh sederhana, kita pamitan kepada keluarga dan berangkat dari rumah (ada yang dari madura, jawa, sumatera, bali, kalimantan, dll) menuju tempat belajar untuk menuntut ilmu (karena Allah dan RasulNya), dan ternyata sampai di tengah perjalanan, alat transportasi yang akan kita gunakan tidak dapat beroperasi. Lalu kita pulang kembali ke rumah. Maka ketahuilah, itu sudah cukup untuk memperoleh ampunan dan pahala dari Allah SWT. contoh sederhana (2): kita belajar di SMP, SMA, atau bahkan di perguruan tinggi, kita terus belajar karena menuntut ilmu adalah kewajiban atas kita, kita terus belajar, lalu pada saat ujian kita mendapatkan nilai tidak begitu baik, atau bahkan buruk. Ketahuilah meskipun dapat nilai bagus bahkan paling baik jika tidak karena Allah dan RasulNya maka nilai itu sama sekali tidak bernilai (ibadah, red) dan begitu sebaliknya jika mendapatkan nilai tidak begitu baik tetapi karena Allah, maka cukuplah itu menjadi tabungan amal sholeh kita.

Jadi, ayo kita berhijrah!!!

“ Hijrah memang harus ada pengorbanan

Tapi, lebih banyak pengorbanan lagi jika tidak hijrah”

Wallahu wa’lam bisshowab.

Diselesaikan Jumat, 16 Oktober 2015/ 3 Muharram 1436 H.

Al akh Muhammad Said As-Syamsuri.

Di posting untuk semua sobat muslim via http://www.buletinarrayyan.wordpress.com

Advertisements