tabayyunInformasi merupakan suatu hal yang mudah sekali didapatkan. Informasi dapat membuat kita menjadi lebih mudah, juga celaka.Tak sedikit yang karena informasi yang mengadu domba menyebabkan antar kelompok tertentu saling bermusuhan. Berita, fakta, prasangka, gossip, fitnah, bercampur aduk dalam informasi tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Kebanyakan dosa anak-anak adam itu ada pada lisannya”. [HR Ath-Thabraniy, Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Asakir. Berkata Asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan, lihat Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir: 1201, Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 534 dan al-Adab: 396]. Allah telah berfirman,

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااجْتَنِبُواكَثِيرًامِّنَالظَّنِّإِنَّبَعْضَالظَّنِّإِثْمٌ ۖ وَلَاتَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (QS. Al Hujurat : 12)

Lalu, bagaimana kita mengolah informasi yang baik?

  1. Tabayyun (konfirmasi/check and re-check))

Allah berfirman,

يَأُيُّهَاالَّذِيْنَءَامَنُواإِنْجَاءَكُمْفَاسِقٌبِنَبَإٍفَتَبَيَّنُواأَنْتُصِيْبُواقَومًابِجَهَالَةٍفَتُصْبِحُواعَلَىمَافَعَلْتُمْنَادِمِينَ

“Wahai orang-orang beriman!Jika datang kepadamu orang fasik yang membawa sesuatu berita, maka telitilah (tabayun) kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kejahilan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS: Al-Hujurat [49]: 6). Hal ini terkadang diabaikan oleh beberapa masyarakat.Semisal ketika mereka menerima informasi dari Broadcast Message. Tanpa pikir panjang langsung disebarkan kembali tanpa diketahui terlebih dahulu kebenarannya. Itulah yang sebenarnya sifat yang jelek, malas memeriksa informasi. Konon diketahui bahwasanya ketika kabar baik baru menyebar satu kilometer, kabar buruk sudah menyebar melesat hingga kepelosok dunia. Ketika informasi sudah menyebar, akan sulit membendungnya.

  1. Zhan (prasangka)

Jika kabar itu benar, maka itu GHIBAH. Dan jika kabar itu salah, maka itu FITNAH. Tak ada pilihan yang benar. Oleh karena itu, jangan ikut-ikutan menyebarkannya. Allah berfirman:

وَمَالَهُمْبِهِمِنْعِلْمٍإِنْيَتَّبِعُونَإِلاالظَّنَّوَإِنَّالظَّنَّلايُغْنِيمِنَالْحَقِّشَيْئًا

“Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun (sebagai bukti) terhadap (suatu) kebenaran.” (QS: An-Najm: 28). Dalam Bahasa Inggris, prasangka itu adalah PRE JUDICE, yang terdiri atas dua kata yaitu PRE yang artinya sebelum dan JUDICE atau JUDGE artinya menghukum.Jadi, artinya adalah kita menghukum orang sebelum memiliki informasi yang lengkap.

  1. Bicara yang Baik atau DIAM

Taqwa itu diibaratkan sebagai jalan diantara duri-duri. Jadi kita harus selalu hati-hati agar tak terkena duri-duri tersebut. Demikianlah sikap orang yang bertaqwa terhadap mengelola informasi.Tak asal percaya dan berfikir 1000 kali sebelum menyebarkan. Rasulullah bersabda, “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar” [HR. Muslim dari Hafsh bin ‘Ashim]. Artinya, kita harus memperhatikan tiga hal di atas agar tidak termasuk golongan pendusta. Maka, jika informasi datang kepadamu setidaknya kamu bertanya hal-hal berikut:

  1. Benarkah informasi itu?
  2. Faktakah atau Prasangka-kah?
  3. Jika fakta dan benar, apa perlu disebar? Apakah ada orang yang terdzalimi jika ia disebarkan?
  4. Apakah ia memberikan kebaikan? Atau justru menyulut permusuhan?

Ar-Rayyan Edisi Oktober 2015

Advertisements