teh-talua-non-melelehEh, Sobat Aer, tau ga, sekarang itu zamannya orang melakukan maksiat terus bangga dan di pamer-pamerin. Mungkin biar semua orang tau kali ya… Berduaan dengan seseorang yang bukan mahramnya, pacaran, nggak nutup aurat, menelan uang rakyat (korupsi, red), atau melakukan perbuatan maksiat yang lainnya. Na’udzubillah… semoga kita tidak termasuk didalamnya ya sobat.

Sebenernya yang dimaksud dengan berbuat maksiat itu nggak hanya zina lho sob, ketika kita meninggalkan perintah-perintah Allah dan tidak melaksanakan amanah itu juga termasuk maksiat. Waduh,, kalo gitu udah berapa banyak ya kita melakukan maksiat?? Nah, Ahad, 16 Agustus kemarin, Remaja Masjid Nurul Muttaqin mengadakan acara rutin yaitu KUIS (Kajian Umum Islam) yang mengkaji kitab Riyadus Sholihin. Para pencari ilmu ini menyimak semua materi mengenai “TAUBAT” yang disampaikan oleh Ustadz Mustaqim dari Bondowoso.

Manusia memang sering melakukan salah dan dosa. Ketika manusia sudah tergelincir dan terlanjur melakukan kesalahan, pasti akan segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Tapi masalahnya, kadang manusia malah kecanduan dengan maksiat dan perbuatan-perbuatan yang menjauhkannya dari Syurga Allah. Banyak juga manusia yang takut banget berbuat dosa besar, tapi dosa-dosa kecil sering dilalaikan. Padahal, semakin lama dosa-dosa kecil itu akan menggunung. Abis taubat terus maksiat lagi itu udah menjadi hal yang biasa.

Terus gimana caranya agar kita bisa taubat dengan benar ya?? Apa yang harus dilakukan agar taubat kita bisa diterima oleh Allah?? Pertama kita harus segera menghentikan kemaksiatan yang udah dilakukan. Kedua, segera menyesali perbuatan maksiat yang udah dilakukan. Ketiga, pastikan bahwa kita tidak akan mengulangi perbuatan maksiat lagi. Keempat, melepas hak saudara yang kita dzolimi. Kalau kita sudah ikhtiar kayak gitu, semoga Allah menerima taubat kita ini.

Jangan sampai kita bangga jika melakukan maksiat, apalagi di pamer-pamerin. Jangan juga jadi TOMAT (habis Tobat, Maksiat lagi) atau jadi STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan). Sob, kita juga tidak boleh men-judge orang yang berbuat maksiat sebagai AhlinNaar (Ahli neraka). Siapa tau dia lebih mulia daripada kita di hadapan Allah karena amalan lainnya, bahkan bisa masuk syurga lebih dulu daripada kita. Ayo sobat, kita bertaubat dengan taubat sebenar-benarnya.

Astaghfirullaah, ampuni kami Ya Allah. Jadikan kami orang-orang yang selalu taat kepada-Mu, senantiasa ingat kepada-Mu dalam setiap langkah. Alhamdulillah, kita mendapat ilmu yang luar biasa. Sobat AeR, ikutin terus ya kegiatan-kegiatan AeR dan Remas Nurul Muttaqin lainnya di Masjid Nurul Muttaqin, jalan Batu Raden V/55 yang nggak kalah seru. InsyaAllah Full Tsaqofah dan Full Manfaatnya.  [ZAM]

Ar-Rayyan Edisi Oktober 2015

Advertisements