Assalamuálaikum wr wb. Ustadz mau nanya, kalau kita menabung di bank kan ada bunganya. Anggaplah saya setiap bulan dapat bunga 15.000,- tapi tiap bulan bank juga menarik biaya administrasi (perawatan buku atau sejenisnya) misalnya 9.000,-. Sebenarnya saya menabung niatnya cuma ingin menyimpan uang biar aman. Lalu apakah saya boleh mengambil uang pokok saya sejumlah yang pernah saya tabung saja? Faktanya uang saya jumlahnya lebih karena ada bunganya, meskipun juga ada administrasinya. Ataukah uang saya harus dipotong dengan akumulasi biaya admin selama saya menabung?

(Penanya: Abiyyu Achmad dari SMPN 1 Rambipuji, Jember)

Alhamdulillah Ash-sholatu wassalamu ‘ala rasulillah, waba’du. Sebelumnya kami ingin menyampaikan apresiasi kepada siapa saja khususnya ananda Abiyyu yang masih peduli terhadap persoalan umat terutama yang berkaitan dengan riba yang di era saat ini banyak orang yang kurang peduli dan cenderung mengikuti kebanyakan orang dari pada mengikuti ketentuan hukum syara’.

Sekarang ini banyak istilah yang digunakan untuk menutupi kebusukan praktek ribawi, diantaranya mereka menyebutnya dengan istilah keuntungan, partisipasi, sedekah, dll. Sebagai seorang muslim yang setiap perbuatannya terikat dengan hukum syara’ haruslah memahami ketentuan pokok masalah riba. Apapun istilahnya, setiap kelebihan atas transaksi simpan pinjam adalah riba yang sangat dibenci oleh Allah dan RasulNya.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran / ingkar, dan selalu berbuat dosa.” (QS. al-Baqarah: 275-276).

Semua jenis bunga yang diberikan oleh bank kepada nasabah dari akad simpan pinjam adalah haram. Untuk itu jika kita memiliki rekening tabungan di bank haruslah dipisahkan antara simpanan pokok (uang yang kita tabung) dengan bunga yang diberikan oleh pihak bank. Sebaiknya secara berkala kita minta print out buku tabungan kita untuk kita hitung berapa uang yang riil kita setor, berapa bunganya dan berapa biaya administrasinya. Dengan demikian kita dapat memastikan tidak ada sepeserpun uang riba yang kita makan termasuk yang dimakan anak dan istri kita.

Biaya administrasi bank atau biaya apapun yang dibebankan perbankan kepada nasabah adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh nasabah dengan ketentuan biaya itu jelas penggunaannya dan telah disepakati kedua belah pihak. Biaya  administrasi ini sepemahaman kami tidak boleh diambilkan dari bunga yang kita terima, karena sama saja hal itu kita menerima dan memanfaatkan bunga. Biaya administrasi harus kita bayarkan dari uang kita atau dengan mengurangi tabungan kita. Jadi, uang yang seharusnya menjadi hak kita yang halal untuk menafkahi diri kita dan keluarga adalah uang tabungan yang riil kita setor dikurangai biaya administrasi yang dibebankan oleh pihak bank dan dengan tidak mengambil sepeserpun bunga yang diberikan oleh pihak perbankan.

Wallahu a’lam bish-showab.

Ar-Rayyan Edisi April 2016

Pertanyaan bisa dikirim ke :

SMS/WA: 089 620 175 835

BB: 5E039A14

inbox FB: Ar-Rayyan Jember

Advertisements