Setiap tanggal 17 Agustus, ramai dari berbagai instansi, sekolah, perguruan tinggi dan terkhusus di istana negara merayakan peringatan kemerdekaan Indonesia. Benar!! kita telah. Namun, apakah itu benar adanya? Benarkah negeri ini telah merdeka? Bagaimana pula Islam memandang kemerdekaan, lalu apa sebenarnya hakikat kemerdekaan itu?

Sejarah Penjajahan Indonesia

Diawali dari seorang penjelajah berkebangsaan belanda yang bernama Cornelis de Houtman yang menemukan jalur pelayaran dari eropa menuju nusantara. Dikatakan dalam sejarah, ada 4 buah kapal dalam misi pencarian “kepulauan rempah-rempah” ini kemudian ia dengan para rombongan sampai di Indonesia, tepatnya di Banten. Di Banten mereka ditolak, kemudian pindah ke utara pantai jawa, gagal. Penjelajahan mereka dilanjutkan ke Madura, tidak sampai disini, mereka melanjutkan pelayaran ke Bali. Akhirnya Cornelis de Houtman dan rombongan berhasil menemukan titik perdagangan. Dimulai dari perdagangan, berubah menjadi penyiksaan kemudian perbudakan. Masa ini berlangsung selama sekitar 350 tahun, tak terbayang rasanya, bagaimana mereka menjalankan hidup dibawah tekanan selama itu. Ditambah penjajahan oleh jepang lebih kurang selama 3 tahun, yang akhirnya pada 17 Agustus 1945 dengan tegas Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Masa Kini di Indonesia

Masa kini tidak ada lagi penjajah yang ganas, tidak ada lagi penjajah yang sadis layaknya tempo dulu, yang mempekerjakan penduduk Indonesia dengan kerja rodi (kerja paksa, tanpa upah). Tapi sobat AeR harus cermat, teliti dan jeli terhadap keadaan bangsa ini terkhusus keadaan lingkungan sekitar kita. Memang kita telah bebas dari ancaman-ancaman secara fisik dari penjajah, karena mereka tak lagi mampu untuk melakukannya. Akan tetapi, mereka tak lelah, tak kan menyerah, tak senang terhadap umat Islam sampai kita mengikuti agama mereka, atau setidaknya adat, kebiasaan dan gaya hidup mereka. Sebagaimana disebutkan Allah dalam Al Qur’an “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (Al Baqarah: 120). Kita lihat sekarang, tontonan-tontonan yang membangkitkan syahwat, permainan-permainan yang melenakan, dll. Kita lihat budaya barat perlahan-lahan disenangi, mulai dari segi pakaian, model rambut, perhiasan, gaya berjalan, gaya bicara, cara berinterakasi dengan lawan jenis bahkan gaya hidup pun sudah mengikuti mereka. Dan lebih mengharukan lagi, kita tidak sadar dengan semua itu, bahwa sebenarnya kita masih terjajah, akidah dan mindset kita dijajah. ‘Sudahkah kita merdeka?’

Kemerdekaan dalam Perspektif Islam

Kemerdekaan dalam pandangan Islam bukan sekedar merdeka dari penjajah, melainkan merdeka dari diperbudak budaya-budaya barat, merdeka dari diperbudak hawa nafsu. Jika kita masih mengikuti trend orang-orang barat seperti pacaran, punk dengan gaya rambut aneh, pakaian yang serba mini, musik yang berlirik tak pantas, tarian yang mengumbar aurat maka belumlah kita dinamakan merdeka. Jika kita masih mengikuti hawa nafsu (kecenderungan hawa nafsu adalah ingin melanggar aturan Allah) maka belumlah kita dinamakan merdeka. Dan apabila seseorang benar-benar merdeka, tak ada yang perlu ditakuti selain Allah. Sobat AeR, jadilah muslim yang merdeka dengan hanya menjadi hamba Allah, bukan hamba manusia, bukan hamba hawa nafsu, bukan hamba harta, bukan hamba pekerjaan, bukan hamba wanita, bukan hamba lelaki. Bukan menjadi hamba makhluk, tetapi hanya dan hanya menjadi hamba Al Khaliq. Wallahu’alambisshowab. [ASM]

Advertisements