Sobat AeR, tanya donk… Sobat pengen masuk surga? Jelaslah, semua orang terutama kaum muslimin pasti bercita-cita masuk surga karena disanalah kita bisa menemukan kebahagiaan hakiki bahkan ada janji nikmat luar biasa yakni bisa memandang wajah Allah Azza wa Jalla. Tapi, bagaimana jika masuk surganya paling akhir? Ngenes juga ya, kalo sampai menjadi yang terakhir masuk surga. Yuk, simak kisah berikut, semoga kita bisa memetik hikmah darinya.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Yang terakhir masuk surga ialah seseorang yang berjalan kaki, sesekali dibakar api neraka sampai hangus. Setelah berhasil melewati neraka ia menoleh ke belakang dan berkata ‘Maha Memberkahi Allah yang berkenan menyelamatkan aku darimu, wahai neraka. Allah telah memberikan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada siapapun makhluk di antara seluruh makhluk yang pertama maupun yang terakhir.’

Ia diperlihatkan sebatang pohon lalu berkata, ‘Ya Tuhan, tolong dekatkan aku ke pohon itu. aku ingin berteduh di bawah naungannya dan meminum airnya.’ Allah bertanya, ‘Wahai cucu Adam, seandainya Aku berikan pohon itu kepadamu, apakah kamu akan meminta kepada-Ku yang selainnya?’ Ia menjawab, ‘Tidak, Ya Tuhanku.’ Ia lalu berjanji bahwa ia tidak akan meminta kepada Allah yang lain. Tetapi, Allah memakluminya karena ia sedang melihat sesuatu yang membuatnya merasa tidak sabar. Setelah didekatkan oleh Allah ke pohon tersebut, ia pun berteduh di naungannya dan meminum airnya.

Selanjutnya, ia diperlihatkan kepada sebatang pohon yang lebih indah dari pohon yang pertama ia lihat. Kemudian ia berkata, ‘Ya Tuhan, tolong dekatkan aku ke pohon itu agar aku bisa meminum airnya dan berteduh di bawah naungannya. Aku tidak akan meminta kepada-Mu yang lainnya.’ Allah bertanya, ‘Wahai cucu Adam, seandainya Aku dekatkan kamu pada pohon itu apakah kamu akan meminta yang lainnya?’ Ia lalu berjanji lagi bahwa ia tidak akan meminta kepada-Nya yang lainnya. Tetapi, Allah memakluminya, karena ia sedang melihat sesuatu yang membuatnya merasa tidak sabar. Allah pun kemudian  mendekatkan ia pohon itu. Begitu ia telah berada di dekat pohon tersebut, diperlihatkan lagi kepadanya sebatang pohon di depan pintu surga yang lebih indah dari pohon pertama dan kedua yang ia lihat tadi. Melihat pohon itu dekat dengan pintu surga lelaki itu berkata, “Ya Rabbi, wahai Tuhanku! Dekatkanlah aku pada pohon itu. Aku ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya. Aku tidak akan meminta yang lainnya.’ Allah Azza wa Jalla berkata, “Wahai Bani Adam! Bukankah kau tadi telah berjanji tidak akan meminta yang lain lagi?” Lelaki itu menjawab, “Benar! Tapi kali ini aku benar-benar tidak akan meminta yang lainnya.” Allah pun memaafkan dan memaklumkan padanya. Karena Allah Maha Pengasih, Dia pun mendekatkan lelaki itu pada pohon yang berdekatan dengan pintu surga.

Setelah berada di dekat pohon itu, lelaki tersebut mendengar suara kebahagiaan pada penghuni surga. Dia pun memohon kepada Allah, “Ya Rabbi, Wahai Tuhanku! Masukkanlah aku ke dalamnya.’ Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Wahai Bani Adam! Apakah yang mesti membuatku mendengarkanmu? Apakah kau mau aku beri dunia dan seisinya?’ Lalu lelaki itu menjawab, “Tuhanku, apakah Engkau mengejekku? Padahal, Engkau adalah Tuhan Pemilik Semesta?”

Sampai di sini Ibnu Mas’ud tersenyum dan bertanya, “Apakah kalian tidak bertanya kenapa aku tersenyum?” Sahabat-sahabat yang lain pun bertanya, “Ya, kenapa Anda tersenyum?” Ia menjawab, “Karena aku melihat Rasulullah ﷺ tersenyum.” Lalu aku (Ibnu Mas’ud) bertanya kepada Rasulullah, “Kenapa Anda tersenyum, wahai Rasulullah?” Rasulullah pun menjawab, “Karena Tuhanku seru sekalian alam pun tersenyum. Lalu akhirnya Allah berfirman, “Aku tidak mengolok-ngolokmu. Tetapi Aku Maha Kuasa untuk mewujudkan apa saja yang Aku kehendaki.”

Begitulah akhirnya, lelaki itu dimasukkan ke dalam surga atas belas kasihan dan rahmat Allah ta’ala. Enak nggak enak, sih! Enak karena akhirnya Allah berkehendak memasukkannya ke dalam surga, nggak enaknya karena dia yang terakhir. Dari kisah ini kita diingatkan beberapa hal sobat, bahwa 1) sudah menjadi sifat manusia yang selalu merasa kurang dan menginginkan lebih dari apa yang mereka miliki, 2) Allah begitu Maha Pemurah dengan memberikan kita banyak hal dalam hidup kita, tak peduli seberapa banyak dosa kita, 3) sudah menjadi kewajiban kita untuk bergantung dan memohon segalanya hanya kepada Allah karena Allah-lah yang Maha Menguasai segalanya, 4)  apapun yang kita miliki, kita raih dalam kehidupan bukan semata-mata karena usaha dan perjuangan kita sendiri melainkan semuanya karena rahmat dan kasih sayang dari Allah swt., dan sudah seharusnya kita selalu bersyukur kepada Allah atas semua hal dalam hidup kita. Semoga dengan bersyukur, nikmat kita akan senantiasa dijaga dan ditambah oleh Allah, hati kita menjadi lapang, hidup kita penuh keberkahan. So, jangan bosan untuk terus bersyukur dan terus melakukan kebaikan, ya sobat! Wallahu a’lam.

Advertisements