Subhanallaah, walhamdulillllaah, walaailaahaillaallah, wallaahuakbar …

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku, mereka komitmen di atas kebenaran. Orang-orang yang mengucilkan mereka tak akan membahayakan mereka. Hingga datang ketetapan Allah, sementara mereka tetap dalam keadaan seperti itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Pertumbuhan jumlah muslim di Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir ini semakin pesat. Awalnya, mereka hanyalah sebuah komunitas (kecil) muslim dengan jumlah yang sedikit, kemudian berkembang dan diakui keberadaannya pada tahun 1975 di Lexington, Kentucky. Tidak ada masjid ataupun tempat yang dapat digunakan untuk beribadah bagi Muslim di Lexington sob, sampai akhirnya mereka menyewa sebuah tempat sebagai sebuah solusi. Yap, menyewa rumah dan berpindah tempat beberapa kali, pada tahun 1978, Masjid pertama Lexington didirikan di 572 Georgetown Street.

Nama masjid ini diambil dari salah satu shahabat rasulullaah yang dikenal sebagai muadzin tetap beliau sob, tau ga’?

Betul sekali, Masjid Bilal bin Rabbah. Meskipun masih terbilang kecil, tapi masjid ini menjadi pusat utama pergerakan Islam di Lexington. Setelah sekian lama dengan status tempat sewa, akhirnya pada tahun 2001 tempat tersebut di akuisisi secara penuh dan menjadi hak milik umat Islam Lexington sepenuhnya, Alhamdulillaah

Seiring berjalannya waktu, pertambahan umat muslim semakin pesat, sampai-sampai masjid ini penuh sesak, MasyaAllah. Kemudian Masjid Bilal bin Rabbah berpindah ke 1545 Russel Cave Road pada tahun 2004. Dengan lahan seluas 2,4 Ha, masjid memiliki ruang ibadah dan lahan parkir yang lebih luas. Masyarakat muslim mengharapkan masjid ini menjadi titik fokus peningkatan dakwah di Lexington.

Dilansir dari website resmi masjid Bilal bin Rabah (www.masjidbilalky.org), diharapkan dapat mengembangkan dan mempertahankan komunitas Islam yang setia, efektif, dan berpengaruh di Greater Lexington sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Sedangkan misinya untuk melayani kebutuhan agama dan sosial Muslim, meningkatkan pemahaman tentang Islam dan untuk terlibat dengan komunitas Lexington dalam memajukan masyarakat.

Masjid ini selalu terbuka untuk shalat lima waktu dan shalat jumat, kegiatan pendidikan, sekolah Ahad, program penjangkauan, dan banyak proyek masyarakat lainnya. Masjid Bilal berusaha menjadi tempat yang ramah untuk semua orang. Semua diundang dan bisa menggunakan fasilitas untuk kebutuhan sosial, pendidikan dan spiritual, sob. InshaAllah, dengan dukungan masyarakat, Masjid Bilal bisa memperkuat dan memberikan kontribusi positif terhadap kepribadian budaya dan spiritual dari lingkungan sekitar. Wallaahu a’lam bisshowab.

Sumber utama: www.masjidbilalky.org, http://www.voaindonesia.com.

Advertisements