Assalamualaikum sobat AeR……. ahlanwasahlan ??

Sobat AeR tau nggk hukumnya mengucapkan selamat hari besar kepada agama lain ? adaa yang bilang toleransi agama, mengormati sesama dan sebagainya. Nahhh disini ada pertanyaan dari saudara kita tentang hal tersebut dan sekaligus ulasannya, semoga bermanfaat……

Guys mau nanya pendapat kalian, kenapa kita gak boleh ngucapin selamat ketika ada hari-hari besar agama lain ??? Dari Rizki FKH Udayana.

Alhamdulillah, Ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah amma ba’dahu. Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kita wajib meyakini bahwa hanya Islam saja agama yang mendapatkan ridlo dari Allah, selain Islam semua agama (millah) di dunia ini tidak diridloi Allah swt. Artinya semua agama selain agama Islam adalah bentuk kekufuran yang dilaknat Allah, sebagaimana firman Allah swt :

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3).

Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran: 19).

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Jika kita sudah memilih Islam sebagai agama kita maka itulah pilihan yang benar, karena hanya Islamlah yang bisa mengantarkan kita menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Untuk itulah kita harus menjaga akidah yang benar ini sampai akhir hayat kita, jangan sampai terjerumus kepada kekufuran.

Salah satu bentuk penjagaan terhadap akidah kita dari kekufuran adalah dengan tidak melibatkan diri dalam perayaan-perayaan (ritual) agama lain, karena para ulama telah bersepakat bahwa melibatkan diri dalam ritual agama selain Islam adalah haram, hal tersebut dikarenakan termasuk dalam kemaksiatan yang mengarah kepada kekufuran.

Lalu bagaimana kalau kita hanya “sekedar” mengucapkan selamat untuk perayaan agama umat lain, bukankah hal ini bagian dari sikap tasamuh (toleransi) yang diajarkan Islam?

Walaupun hal ini masih ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, namun alangkah bijaknya kalau kita menghindarinya, karena perbuatan tersebut sejengkal demi sejengkal bisa mengarahkan pelakunya kepada kemaksiatan dan kekufuran. Yang perlu kita waspadai dan menjadi alasan kita untuk tidak melakukan hal tersebut adalah terkait upaya pihak-pihak tertentu untuk menanamkan ide sinkretisme yakni pencampuradukan ajaran agama-agama dan pluralisme. Melalui upaya ini, akidah umat Islam secara pelan-pelan terus tergerus. Ide pluralisme ini mengajarkan bahwa semua agama sama. Ajaran ini mengajak umat Islam untuk menganggap agama lain juga benar. Padahal dalam Islam batasan iman dan kafir, juga batasan halal dan haram, sudah sangat jelas.

Lalu bagaimana Islam mengajarkan sikap toleransi? Islam memang mengajarkan sikap toleransi. Toleransi itu membiarkan umat lain menjalankan ritual agamanya, termasuk perayaan agamanya. Toleransi itu tidak memaksa umat lain untuk memeluk Islam. Adapun dalam konteks muamalah, Rasulullah berjual-beli dengan non-Muslim secara adil dan fair. Rasulullah juga menjenguk non-Muslim tetangga beliau yang sedang sakit. Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Toleransi semacam ini telah memberikan contoh bagi masyarakat lain. Namun, toleransi dalam Islam itu bukan berarti menerima keyakinan yang bertentangan dengan Islam, hal ini didasarkan atas beberapa dalil diantaranya Allah berfirman : … untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku” (TQS al-Kafirun [109]: 6)

Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Wallahu A’lam Bish-showab.

Dijawab oleh Ustadz Fitroni Hariadi, S.E.

Advertisements