Tampil Cantik dan Modis

Gambar-Kartun-muslimah-berhijab

Tampil cantik adalah keinginan setiap wanita, dan itu adalah wajar dan manusiawi. Apalagi wanita era sekarang dengan segala aktifitas dan kesibukannya yang menuntut mereka tampil prima dan fresh setiap saat, cantik, serta modis. Hal ini didukung dengan banyaknya produk-produk kecantikan yang beredar luas.

Tidak ada yang salah dengan kata ‘cantik’, tapi sebagai seorang muslim haruslah paham tentang batas-batas untuk berpenampilan. Seorang muslim yang beriman akan senantiasa taat pada aturan Allah, salah satunya adalah dengan tidak bertabarruj di tempat umum.

Tabarruj menurut imam ibnu mandzur adalah seorang perempuan yang “menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki non mahram. ”Sedangkan menurut al-Zujaj: adalah “menampakkan perhiasan dan semua hal yang bisa merangsang syahwat laki-laki”. Yang termasuk kedalam tabarruj ialah:

  1. Tabarruj Khilqiyyah, yaitu tabarruj fisik yang sifatnya melekat pada diri seseorang, yakni menampakkan perhiasan fisik pada bagian-bagian tertentu yang tidak boleh ditampakkan seperti memperlihatkan rambut, kulit, kaki, tangan, dan lain-lain.
  2. Tabarruj Muktasabah, yaitu tabarruj yang dibuat atau diciptakan manusia dalam rangka menghias dirinya seperti mode pakaian, perhiasan, ber-make-up menggunakan lipstick yang mencolok, eye shadow, blush on, mascara, dan lain-lain untuk tampil cantik didepan halayak umum walaupun mereka berpakaian syar’i. Tetapi, tampil cantik dengan riasan-riasan tersebut didepan suami itu dianjurkan.

Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu…” (QS. al-Ahzab: 33).

 

Hal-Hal Yang  Termasuk  Tabarruj

  1. Memamerkan aurat, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya.”(QS. an-Nur: 31)

“Dari ‘Aisyah r.a. Sesungguhnya Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah dengan memakai pakaian tipis. Lalu Rasulullah berpaling darinya dan bersabda: Hai Asma! sesungguhnya seorang wanita yang sudah baligh tidak boleh terlihat auratnya kecuali ini dan ini dan Nabi berisyarat menunjuk ke wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud).

  1. Meliuk-liukkan tubuh dan mengenakan pakaian tipis dengan tujuan mencari perhatian terutama dari lawan jenisnya.  “Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah bersabda: Dua golongan dari ahli neraka aku belum pernah melihatnya yaitu; orang-orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi mereka memukul manusia dengannya dan perempuan yang memakai pakaian hampir telanjang dengan mengoyang-goyangkan pinggulnya, berlenggak-lenggok kepalanya seperti tengguk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan memperoleh harumnya. Dan sesungguhnya harumnya surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian (jarak yang sangat jauh).” ( Muslim).
  2. Mengenakan wewangian mencolok, nabi ﷺ bersabda,“Siapapun wanita yang memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia telah berzina.” (HR. Imam al-Nasaaiy)

“Siapa saja wanita yang mengenakan bakhur (wewangian), janganlah dia menghadiri shalat ‘Isya yang terakhir bersama kami.” (HR. Muslim).

Adapun sifat wewangian bagi wanita mukminat adalah tidak kentara baunya dan mencolok warnanya.   Ketentuan semacam ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:“Ketahuilah, parfum pria adalah yang tercium baunya, dan tidak terlihat warnanya.  Sedangkan parfum wanita ada­lah yang tampak warnanya dan tidak tercium baunya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Maka bagi para wanita, sebaiknya mengurangi volume penggunaannya. Kalau pun harus menggunakannya, maka pilihlah yang soft dan tidak terkesan terlalu keras. Juga harus diperhatikan agar jangan sampai terlalu dekat dengan laki-laki dalam pergaulan, agar jangan sampai jatuh pada ancaman Allah dan rasul-Nya.

  1. Menyambung rambut, dengan cara memasang sanggul buatan atau memakai rambut palsu atau cara lainnya dengan tujuan menarik perhatian orang lain. “Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi SAW bersabda: Allah telah melaknat wanita yang memakai cemara (rambut palsu) dan wanita yang minta dipakaikan cemara dan wanita yang mentato (mencacah) dan yang minta ditato.” (HR Bukhori).
  2. Tatto, mencabut rambut dahi, meratakan gigi

“Dari Abdullah: ”Allah telah melaknat wanita yang minta ditato dan wanita yang minta dicabut rambut dahinya dan yang menjarangkan giginya supaya cantik…” (HR Bukhori).

  1. Israf atau berlebihan dalam berpakaian atau berdandan. Berpakaian merupakan salah satu upaya agar dapat tampil cantik, dan menawan. karena salah satu fungsi pakaian adalah sebagai perhiasan,  sesuai dengan Firman Allah  dalam  Al Quran:

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah Menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

“Hai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali shalat, makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. al-A’raf: 31)

 

Dampak Tabarruj

  1. Tabarruj dapat mengubah kecenderungan kaum Muslim dengan menundukkan pandangan menjadi kecenderungan untuk memuja hawa nafsu dan hasrat seksual.  Akibatnya, laki-laki dan wanita mulai berlomba-lomba untuk menarik lawan jenisnya. Mereka juga menyibukkan diri dengan urusan mempercantik diri dan menarik perhatian maupun memikat lawan jenisnya.  Sehingga, banyak orang terjatuh pada hubungan-hubungan lawan jenis yang dilarang oleh syariat Islam, misalnya, pa­caran, berkhalwat, perseling­kuhan, perzi­naan, dan sejenisnya.
  2. Tabarruj bisa mengubah hubungan laki-laki dan wanita yang didasarkan pada prinsip ketakwaan menjadi hubungan yang didasarkan pada pemenuhan daya tarik fisik maupun kebutuhan biologis semata.
  3. Tabarruj juga akan melemahkan semangat kaum mus­lim dari upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah atau menegak­kan hukum-hukum Allah.

Cantik dimata Allah itu lebih mulia Sob, dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, Sesungguhnya Allah dan tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian” . (HR.Muslim). [Z]

 

 

Advertisements