heart-583895

Mendalam Sungguh Cinta Allah Kepada HambaNya

Alhamdulillah, allahumma sholli ‘ala Muhammad. Sobat AeR, bicara tentang cinta ibarat air zam-zam yang tiada henti mengalir, tiada habis-habisnya. Kalau ditanya tentang cinta? Siapakah yang terlintas, orang tua? Teman? Suami? Istri? Anak?

Kemudian …

Adakah sempat terbesit dalam akal sehat kita, dalam hati kita nama Allah subhanahu wa ta’ala? Adakah akal kita mengulang kembali  akan nikmat-nikmat yang telah kita rasakan?

Sadarkah kita, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mencintai hamba-hamba yang berpasrah kepada-Nya. Terkadang kita gak sadar bahwa ujian adalah bagian dari cinta Allah kepada hamba-Nya. Berikut beberapa hal yang menjadi tanda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mencintai hamba-hamba-Nya:

 

  1. Ditetapkan ujian

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian bagi mereka. Barang siapa yang ridho, maka ia akan meraih ridho Allah. Barang siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah)

Ujian-ujian yang Allah berikan sangat beragam, berupa kesengsaraan dan kekayaan, kesenangan dan kegelisahan, kebaikan dan keburukan, masa sakit dan sehat, dan seterusnya. Maka, ketika hati kita tidak terhubung kepada Allah, ujian-ujian itu akan menyiksa bukan mendatangkan bahagia. Sebaliknya, untuk orang-orang yang hatinya terhubung dengan Allah subhanahu wa ta’ala, ujian itu adalah nikmat.

  1. Allah berikan kesadaran beragama

Allah memberikan dunia pada yang dia cintai dan dia benci. Tetapi Dia tidak memberikan kesadaran ber-Agama, kecuali kepada dia yang dicintai. Maka barang siapa diberikan kesadaran beragama oleh Allah, berarti ia di cintai olehNya.” (HR. Ahmad)

Kesadaran beragama adalah suatu nikmat yang besar. Bagaimana tidak! Kalau seseorang tidak memiliki kesadaran beragama maka ia akan jauh sejauh-jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ketauhilah sobat AeR, orang-orang yang jauh dari Allah, hidupnya gelisaaah teruss, uangnya terasa sedikiiitt banget, ia tidak pernah puas dengan segala yang ia miliki.

  1. Disegerakan balasan

“jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak”. (HR. Tirmidzi).

Untuk tidak menjadi tanggungjawab dan beban bagi kita di akhirat, maka Allah turunkan beban itu di dunia sehingga di akhirat tiada lagi tanggungjawab atau beban tersebut.

Beberapa tanda dari sekian tanda bahwa Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang sholeh, yang berpasrah, yang tunduk kepada-Nya. Yang sering salah dari kita adalah tidak bisa sabar dan bersyukur atas segala ketetapan dari Allah, Rabb semesta alam karena pikiran kita yang kotor, hati kita yang kotor. Sehingga tiada daya untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan dengan bijaksana.

Sobat AeR yang dirahmati Allah, mari bersama kita bangun kesadaran berpikir, kesadaran hati akan tanda-tanda kecintaan Allah kepada kita umat Islam. Allah tidak membiarkan kita, sebagaimana yang kaum kafir sangkakan kepada Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika kaum kafir berkata: Lihat! Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhan-Nya. Maka, Allah membantah mereka, “ma wadda’aka rabbuka wa ma qala”, Tuhanmu tidak pernah meninggalkanmu dan tidak juga membencimu.

Maka, tiap-tiap waktu sempatkanlah untuk selalu membasahi hati dan lisan untuk berdzikir menyebut asma Allah. Subhanallah, walhamdulillah, wa lailahaillallah, wallahu akbar, wa lahaula wa laquwwata illa billah hil’aliyul adzim. Wallahu’alam bisshowab. [ASM]

Advertisements